Miyu Yamashita Kokoh di Puncak CPKC Women's Open: Keunggulan Lima Pukulan dan Perburuan Gelar Semakin Memanas
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Jepang Miyu Yamashita memperlebar jarak menjadi lima pukulan di kejuaraan CPKC Women's Open, mencatatkan total 14-under par setelah dua putaran.
- Persaingan di belakangnya ketat, dengan Kiara Romero, Soo Bin Joo, dan Yuri Yoshida bersaing di posisi kedua, sementara bintang Kanada Brooke Henderson masih tertinggal.
- Turnamen ini menjadi penentu akhir bagi pegolf Amerika untuk merebut tiket Solheim Cup, menambah intensitas kompetisi di Royal Mayfair.

Edmonton, Alberta โ Miyu Yamashita, pegolf Jepang berusia 25 tahun, tampil perkasa di CPKC Women's Open dengan membuka keunggulan lima pukulan setelah putaran kedua, Jumat (22/8). Dengan total skor 14-under par di Royal Mayfair, Yamashita semakin dekat dengan gelar mayor keduanya, sekaligus menegaskan dominasinya di sirkuit LPGA musim ini.
Yamashita, yang memulai turnamen dengan catatan 62 pada putaran pertama, kembali menunjukkan konsistensi dengan skor 64 di putaran kedua. Meski hanya bertinggi 4 kaki 11 inci, pukulannya yang presisi membuatnya unggul jauh dari para pesaing. "Saya sangat senang," ujarnya melalui penerjemah. "Dengan dua putaran tersisa, saya hanya ingin fokus pada permainan saya dan terus bermain seperti ini."
Kemenangan di Meijer LPGA Classic pada Juni lalu, ditambah gelar Women's British Open dan Maybank Championship tahun sebelumnya, menjadikan Yamashita sebagai salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan. "Daripada fokus pada skor, saya lebih memikirkan bagaimana membuat birdie," kata rookie of the year 2025 itu, menunjukkan mentalitas agresif yang menjadi kunci permainannya.
Di belakangnya, persaingan untuk posisi kedua sangat ketat. Kiara Romero, pegolf Amerika berusia 20 tahun yang baru pertama kali tampil sebagai anggota LPGA Tour, berhasil menempati posisi kedua bersama Soo Bin Joo dan Yuri Yoshida dengan skor 9-under par. Romero, yang lolos melalui LPGA Elite Amateur Pathway, mengaku bersyukur bisa berada di posisi ini. "Saya hanya datang dengan pola pikir untuk bersenang-senang dan menikmati permainan," katanya.
Namun, turnamen ini bukan hanya soal persaingan individu. Ini adalah pekan terakhir kualifikasi bagi pegolf Amerika untuk merebut tiket Solheim Cup yang akan digelar 11-13 September di Belanda. Tekanan tambahan ini membuat setiap pukulan menjadi krusial, terutama bagi mereka yang masih berjuang mengamankan posisi di tim.
Bagi penggemar golf di Indonesia, performa Yamashita menjadi sorotan menarik. Ia membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah hambatan untuk bersaing di level tertinggi. Gaya permainannya yang tenang namun agresif bisa menjadi inspirasi bagi pegolf muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung internasional. Selain itu, dengan semakin banyaknya turnamen LPGA yang disiarkan di Indonesia, minat terhadap golf wanita diprediksi akan terus meningkat.
Soo Bin Joo, yang mencatat skor 63 pada putaran kedua, mengungkapkan kekagumannya pada lapangan Royal Mayfair, meski harus berhadapan dengan gangguan nyamuk. "Saya suka lapangan ini. Saya cinta Kanada. Sangat indah," katanya. "Semua pohonnya cantik dan saya menikmatinya, kecuali nyamuknya. Ya ampun, parah sekali."
Sementara itu, bintang Kanada Brooke Henderson tetap optimistis meski tertinggal. "Saya cinta ajang ini," ujarnya. "Ini kesempatan luar biasa bisa bermain di depan para penggemar Kanada. Mereka selalu memberi saya dukungan luar biasa tahun demi tahun." Dengan dua putaran tersisa, Henderson masih berpeluang mengejar jika mampu bermain agresif.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Yamashita mempertahankan keunggulannya hingga akhir pekan, atau akankah para pengejar seperti Romero dan Henderson memberikan kejutan? Dengan kondisi lapangan yang menantang dan tekanan Solheim Cup, akhir pekan ini akan menjadi penentu siapa yang keluar sebagai juara.



