Iklan Golf Kontroversial: Good Good Tarik Video Usai Dituduh Meremehkan Kekerasan terhadap Perempuan
Baca dalam 60 detik
- Good Good, kreator konten golf dengan 2,13 juta subscriber YouTube, menghapus iklan Callaway yang menampilkan aksi mendorong perempuan hingga jatuh.
- PGA Tour, sponsor turnamen Good Good, menegaskan tidak menoleransi kekerasan dan menilai video tersebut bertentangan dengan nilai inklusivitas.
- Kontroversi ini memicu pertanyaan tentang etika pemasaran di era kreator serta batas antara humor dan kekerasan, terutama di tengah upaya golf menarik audiens muda.

Good Good, merek dan kreator konten golf yang berbasis di YouTube, secara resmi meminta maaf dan menarik iklan terbarunya setelah menuai kecaman publik. Video promosi untuk driver Callaway tersebut menampilkan salah satu pendiri, Garrett Clark, mendorong seorang perempuan hingga jatuh hanya karena mencoba menyentuh tongkat golf barunya. Aksi yang terekam dalam iklan itu langsung memicu gelombang kritik, dengan banyak pihak menilai pesan tersebut meremehkan kekerasan terhadap perempuan.
Iklan yang dihapus dari semua kanal Good Good itu memperlihatkan Clark berlari menghampiri Alexis Miestowski, pegolf profesional yang juga kreator konten reguler di tim mereka, lalu mendorongnya ke tanah sambil berteriak, "Jangan sentuh driver baruku." Adegan yang dimaksudkan sebagai lelucon ini justru dianggap tidak pantas dan melukai sensitivitas publik, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan isu kekerasan berbasis gender.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun X (sebelumnya Twitter), Good Good mengakui bahwa video tersebut menggambarkan tindakan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai merek mereka. "Kami telah menghapus konten tersebut dan dengan tulus meminta maaf. Good Good selalu berdiri untuk menjadikan golf lebih inklusif bagi semua, dan kami akan terus memastikan misi itu berjalan ke depan," tulis mereka. Sementara itu, Callaway, yang telah bekerja sama dengan Good Good sejak 2023, menyatakan kekecewaannya dan berharap kolaborasi ke depan dapat menciptakan ruang yang lebih inklusif di dunia golf.
Kontroversi ini datang di saat PGA Tour justru semakin gencar merangkul para kreator konten untuk menjangkau audiens yang lebih muda. Tahun lalu, PGA Tour mengumumkan rencana menggelar turnamen perdana Good Good Championship di Texas pada November mendatang. Menanggapi insiden ini, juru bicara PGA Tour menegaskan, "Kami tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun, dan video yang telah dihapus itu tidak mencerminkan nilai-nilai kami atau komitmen terhadap inklusivitas dan rasa hormat."
Bagi pengamat industri olahraga, insiden ini menjadi pengingat bahwa pemasaran yang mengandalkan humor atau kejutan memiliki risiko besar ketika menyentuh isu sensitif. Di Indonesia, di mana kesadaran akan kekerasan terhadap perempuan juga semakin menguat, kasus ini relevan untuk dicermati. Merek-merek lokal yang kerap menggunakan kreator konten untuk promosi perlu belajar dari kasus ini: bahwa lelucon yang menormalisasi kekerasan, sekecil apa pun, dapat memicu boikot dan merusak reputasi dalam sekejap.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah Good Good dan Callaway mampu memulihkan kepercayaan publik, terutama di tengah tuntutan akan representasi yang lebih etis dalam industri golf. Akankah turnamen Good Good Championship di Texas tetap berjalan tanpa bayang-bayang kontroversi? Atau justru insiden ini menjadi titik balik bagi kolaborasi antara PGA Tour dan para kreator konten, memaksa mereka untuk lebih berhati-hati dalam setiap konten yang diproduksi?



