Kapal Kargo Tenggelam di Laut India: 22 ABK Hilang, Dua Selamat Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Operasi pencarian masih berlangsung untuk 22 kru MV Ocean Winner yang hilang setelah kapal kargo berbendera Panama itu karam di perairan timur India, Minggu (23/8).
- Dua dari 24 awak kapal berhasil diselamatkan dari sekoci oleh kapal MT Aisopos setelah pesawat patroli angkatan laut India menemukan rakit penyelamat.
- Mayoritas kru berkewarganegaraan China (20 orang), sisanya dari Myanmar dan Bangladesh; insiden ini menyoroti risiko pelayaran di Samudra Hindia yang semakin padat.

Sebuah kapal kargo pengangkut muatan curah berbendera Panama, MV Ocean Winner, dilaporkan tenggelam di perairan timur India pada Minggu (23/8), memicu operasi pencarian dan pertolongan besar-besaran yang melibatkan angkatan laut dan penjaga pantai setempat. Dari 24 awak yang berada di atas kapal, baru dua orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 22 lainnya masih dinyatakan hilang.
Kapal yang sedang dalam perjalanan menuju Singapura dari Pelabuhan Paradip di negara bagian Odisha itu mengirimkan sinyal marabahaya sekitar 700 kilometer di timur Visakhapatnam. Sinyal tersebut langsung direspons dengan pengerahan pesawat patroli maritim dan tiga kapal penjaga pantai India. Menurut pernyataan resmi angkatan laut India, pesawat patroli berhasil menemukan rakit penyelamat di lokasi kejadian dan mengoordinasikan evakuasi dua kru dengan bantuan kapal dagang MT Aisopos yang kebetulan melintas di dekat area tersebut.
Data dari MarineTraffic menunjukkan bahwa MV Ocean Winner berlayar dari Paradip menuju Singapura, sebuah rute yang cukup padat dilalui kapal-kapal niaga. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi pelayaran niaga di Samudra Hindia, terutama di musim angin barat daya yang kerap memicu gelombang tinggi dan cuaca buruk. Meski demikian, penyebab pasti tenggelamnya kapal belum diungkapkan oleh otoritas setempat, dan investigasi lebih lanjut masih menunggu proses pencarian korban selesai.
Data dari Press Trust of India menyebutkan bahwa dari 24 kru, 20 di antaranya berkewarganegaraan China, tiga dari Myanmar, dan satu dari Bangladesh. Hingga berita ini diturunkan, identitas dua kru yang selamat belum dipublikasikan, termasuk kewarganegaraan mereka. Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan pesawat dan kapal patroli, dengan harapan masih ada kru lain yang selamat dan mengapung di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Bagi Indonesia, insiden ini relevan mengingat jalur pelayaran di Samudra Hindia juga menjadi lintasan penting bagi kapal-kapal niaga yang menuju atau berasal dari pelabuhan-pelabuhan di Sumatra dan Jawa. Kepadatan lalu lintas kapal di kawasan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama dalam hal keselamatan pelayaran dan prosedur tanggap darurat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia sendiri kerap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan barat Sumatra dan selatan Jawa, yang merupakan bagian dari rute pelayaran internasional yang sama.
Kejadian ini juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama regional dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di laut lepas. Koordinasi yang cepat antara angkatan laut India, penjaga pantai, dan kapal dagang di dekat lokasi menjadi kunci dalam menyelamatkan dua kru yang selamat. Namun, masih menjadi pertanyaan besar apakah 22 kru lainnya dapat ditemukan dalam kondisi selamat, mengingat waktu emas dalam penyelamatan di laut yang dingin dan berombak sangat terbatas.
Operasi pencarian masih berlangsung hingga Senin (24/8) pagi, dan angkatan laut India menyatakan akan terus memperluas area pencarian. Sementara itu, pemilik kapal dan perusahaan asuransi kemungkinan akan mulai melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab tenggelamnya MV Ocean Winner. Apakah ini murni akibat cuaca buruk, atau ada faktor teknis lain yang berkontribusi? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi industri pelayaran global, termasuk Indonesia yang memiliki ribuan kapal niaga yang beroperasi di perairan domestik dan internasional.



