Keluarga Guru Hindu di Bangladesh Ditemukan Tewas dalam Rumah Terkunci, Polisi Selidiki Motif
Baca dalam 60 detik
- Empat anggota keluarga, termasuk pensiunan guru sekolah, ditemukan tak bernyawa di kediaman mereka di Rangpur, Bangladesh, dalam kondisi yang mencurigakan.
- Ponsel korban mati sejak Kamis malam, dan jenazah baru ditemukan setelah keluarga mendobrak pintu pada Sabtu malam.
- Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak ketiga, sementara kerabat membantah korban memiliki musuh.

RANGPUR, BANGLADESH โ Sebuah keluarga beranggotakan empat orang, termasuk seorang pensiunan guru sekolah menengah, ditemukan tewas di dalam rumah mereka yang terkunci di kawasan Daspara, Kota Rangpur, Bangladesh, pada Sabtu (22/8) malam. Peristiwa ini langsung menyita perhatian aparat setempat karena kondisi jasad yang tersebar di sejumlah titik di dalam rumah memicu dugaan kekerasan yang belum jelas motifnya.
Korban adalah Ganapati Chakraborty (65), pensiunan guru Rangpur Zilla School, bersama istri Pritilata Chakraborty (50), putri Agami Chakraborty Prarthi (23), dan putra bungsu Priyam Chakraborty (12). Agami baru saja menuntaskan studi magister bahasa Inggris di Rangpur Carmichael College tahun ini, sementara Priyam masih duduk di bangku kelas 5 sekolah yang sama dengan ayahnya mengabdi. Ganapati tercatat resmi pensiun pada 31 Desember tahun lalu dan belakangan aktif sebagai praktisi pengobatan homeopati.
Keluarga mulai curiga setelah seluruh nomor ponsel korban tidak aktif sejak Kamis (20/8) malam. Puja Chakraborty, adik ipar Pritilata, mengaku terakhir berkomunikasi dengan kakaknya pada Kamis siang. Saat ia bersama kerabat lain mendatangi rumah pada Sabtu malam, gerbang utama terkunci dan seluruh lampu padam. Polisi yang dipanggil kemudian membuka paksa pintu dan menemukan keempat jenazah dalam kondisi yang tidak wajar.
Subir Chowdhury, perwira CID Metropolitan Rangpur, mengatakan jasad Pritilata dan Agami ditemukan di area tangga, sementara Ganapati tergeletak di atap rumah dan Priyam di bawah tempat tidur. Polisi belum menetapkan tersangka dan masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti. โPenyelidikan akan menentukan siapa yang bertanggung jawab,โ ujarnya, seperti dikutip media setempat.
Kerabat korban mengaku tak bisa menduga motif di balik peristiwa ini. Puja menegaskan Ganapati dikenal sebagai pribadi baik dan tidak memiliki musuh. โMereka baru saja pindah ke rumah baru di Daspara. Saya tidak mengerti siapa yang tega melakukan ini,โ katanya. Soma Chakraborty, keponakan Ganapati, menambahkan pamannya tidak pernah terlibat konflik dengan siapa pun, baik sebelum maupun sesudah pensiun.
โPaman saya tidak punya musuh. Setelah pensiun, ia justru sibuk melayani warga sebagai praktisi homeopati,โ ujar Soma.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap komunitas minoritas Hindu di Bangladesh yang kerap memicu keprihatinan internasional. Meski polisi belum mengaitkan kasus ini dengan sentimen agama, pengamat menilai aparat perlu transparan dalam penyelidikan agar tidak memicu spekulasi. Di Indonesia, kasus serupa dapat menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi kelompok minoritas dan akses keadilan yang setara bagi semua warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi dan perkembangan penyelidikan. Pertanyaan yang menggantung: apakah ini murni aksi kriminal, atau ada keterkaitan dengan dinamika sosial yang lebih luas? Publik menanti jawaban yang tidak hanya mengungkap pelaku, tetapi juga memastikan rasa aman bagi komunitas rentan di Bangladesh.



