Napoli Pede Lanjutkan Proyek Conte di Era Allegri, tapi Skuad Tak Akan Ditambah
Baca dalam 60 detik
- Direktur Napoli, Giovanni Manna, menegaskan proyek klub tetap berlanjut meski pelatih berganti dari Conte ke Allegri.
- Klub tidak berencana menambah pemain baru kecuali ada penjualan, karena terkendala aturan finansial.
- Fokus Napoli adalah memulihkan pemain cedera dan menjaga stabilitas skuad untuk musim 2025/2026.

Napoli memulai era baru di bawah arahan Max Allegri dengan keyakinan bahwa proyek yang dirintis Antonio Conte dua tahun lalu tidak akan berubah arah. Direktur olahraga Giovanni Manna menegaskan, kontinuitas tetap menjadi prioritas, meski bursa transfer musim panas ini tidak akan diramaikan dengan pembelian besar-besaran.
Pernyataan itu disampaikan Manna menjelang laga perdana Serie A melawan Genoa di Stadio Luigi Ferraris, Jumat (29/8) malam WIB. Pertandingan ini menjadi debut kompetitif Allegri setelah Conte hengkang secara mutual consent, meninggalkan warisan scudetto dan Piala Super Italia. Meski terjadi pergantian kursi pelatih, Manna menilai skuad yang ada saat ini sudah cukup solid untuk bersaing di papan atas.
“Kami mencoba melanjutkan proyek yang dimulai bersama Conte. Kami yakin skuad ini sudah lengkap,” ujar Manna kepada Sky Sport Italia. Ia juga menyebut kedatangan bek asal Prancis, Benoit Badiashile, yang baru tiba dari Chelsea pada hari pertandingan, sebagai pelengkap kebutuhan lini belakang. Dengan formasi baru 4-3-3, Allegri diharapkan mampu memaksimalkan potensi pemain yang sebagian besar merupakan wajah lama.
Namun, ada catatan penting: Napoli tidak akan aktif di bursa transfer kecuali ada pemain yang dijual. Manna mengungkapkan, untuk mendatangkan pemain level internasional, klub harus melepas pemain lebih dulu. “Saat ini tidak ada rencana penjualan. Kami harus mematuhi parameter finansial setelah belanja besar beberapa musim terakhir,” jelasnya. Klub sempat dikaitkan dengan Marc Guiu dari Chelsea, tetapi nilai transfer sekitar €30 juta dinilai terlalu tinggi tanpa adanya dana segar dari penjualan.
Kondisi ruang ganti juga menjadi perhatian. Alessandro Buongiorno dan Luca Marianucci dipastikan absen lama, sementara Kevin De Bruyne, David Neres, dan Pasquale Mazzocchi belum pulih total. Manna berharap tim lebih beruntung dalam hal cedera musim ini. “Setiap pelatih punya ide berbeda, tidak ada yang salah atau benar. Kami hanya ingin tampil baik,” tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, sikap hati-hati Napoli ini menunjukkan pergeseran strategi dari musim-musim sebelumnya yang cenderung agresif di bursa. Keberhasilan Conte meraih scudetto membuat ekspektasi tinggi, tetapi Allegri dikenal sebagai pelatih yang pragmatis dan mampu mengoptimalkan materi pemain yang ada. Pertanyaannya, apakah skuad yang sama bisa kembali bersaing di level tertinggi, terutama dengan rival seperti Inter Milan dan Juventus yang terus memperkuat diri?
Di sisi lain, situasi ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap tergoda belanja besar tanpa perencanaan matang. Napoli justru memilih stabilitas dan pengembangan internal, sebuah pendekatan yang mungkin relevan untuk kompetisi domestik yang sedang berkembang. Jika berhasil, model ini bisa menjadi alternatif bagi klub yang ingin membangun fondasi jangka panjang tanpa menguras keuangan.
Manna juga menyinggung pemain seperti Noa Lang yang sempat dikabarkan hengkang, tetapi tetap bertahan. “Dia bagian dari skuad, hanya datang terlambat karena Piala Dunia,” katanya. Dengan bursa transfer yang masih berjalan hingga 1 September, Napoli tetap waspada, tetapi tidak akan memaksakan diri. Keputusan akhir ada di tangan Allegri, yang dinilai bijak dalam menilai kebutuhan tim.
Ke depannya, publik Napoli akan menanti apakah Allegri mampu mempertahankan mental juara yang sudah tertanam. Atau justru gaya bermainnya yang lebih konservatif akan mengubah identitas tim? Satu hal yang pasti, musim ini akan menjadi ujian besar bagi kesabaran tifosi dan manajemen klub.



