Nottingham Forest Siapkan Tawaran Januari untuk Archie Brown, Fenerbahçe Pasang Harga Tinggi
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest dikabarkan menyiapkan dana sekitar £13 juta untuk merekrut bek Fenerbahçe, Archie Brown, pada bursa transfer Januari.
- Fenerbahçe menolak melepas Brown di tengah musim dan mematok harga sekitar £26 juta, dua kali lipat dari rencana Forest.
- Sunderland sebelumnya juga gagal mendapatkan Brown pada musim panas, dan negosiasi ulang diperkirakan tetap sulit.

Nottingham Forest kembali mengarahkan bidikannya ke pasar transfer Januari dengan menyiapkan tawaran senilai kurang lebih £13 juta untuk bek Fenerbahçe, Archie Brown. Langkah ini mencuat setelah performa tim asuhan Oliver Glasner dinilai belum konsisten, terutama dalam hal ketajaman menyerang dan kedalaman skuad di sektor sayap kiri.
Menurut laporan media Turki, Sabah, ketertarikan Forest terhadap Brown bukanlah hal baru. Klub asal Midlands itu disebut telah memantau pemain berusia 24 tahun tersebut selama hampir setahun terakhir. Namun, upaya merealisasikan transfer pada jendela musim panas lalu menemui jalan buntu karena Fenerbahçe bersikeras mempertahankan pemainnya.
Fenerbahçe dilaporkan tidak berniat melepas Brown pada pertengahan musim. Klub Istanbul itu baru akan mempertimbangkan penjualan jika ada tawaran di kisaran £26 juta—dua kali lipat dari angka yang disiapkan Forest. Kontrak Brown yang masih berlaku hingga 2028, dengan opsi perpanjangan satu tahun, semakin memperkuat posisi tawar Fenerbahçe untuk menolak tawaran rendah.
Pada bursa transfer sebelumnya, Forest sempat menguji ketahanan Fenerbahçe dengan tawaran yang disebut berada di angka £15 juta. Sunderland kemudian ikut masuk dalam perburuan dan mengajukan penawaran sendiri. Meski demikian, tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum jendela ditutup, meninggalkan kedua klub Premier League tersebut tanpa tambahan amunisi di posisi yang mereka incar.
Brown memiliki rekam jejak karier yang menarik. Ia menimba ilmu di akademi Derby County dan West Bromwich Albion sebelum memutuskan berkarier di luar Inggris. Bersama Lausanne-Sport di Swiss, ia membangun kembali reputasinya, lalu mendapat transfer ke Gent, dan akhirnya bergabung dengan Fenerbahçe. Fleksibilitasnya sebagai bek kiri atau pemain yang lebih maju di sayap kiri dinilai cocok dengan formasi Glasner, yang mengandalkan keseimbangan antara pertahanan dan serangan dari kedua sisi lapangan.
Di sisi kanan, Daniel Muñoz—yang pernah bekerja sama dengan Glasner di Crystal Palace—telah memberikan energi dan ancaman serangan. Kehadiran Brown di sisi kiri berpotensi menghadirkan keseimbangan serupa. Saat ini, Neco Williams menjadi pilihan utama di posisi tersebut, dengan Luca Netz sebagai pelapis. Namun, kedalaman skuad di sektor itu tetap menjadi perhatian, terutama setelah Elliot Anderson dijual ke Manchester City dengan nilai £116 juta dan tidak digantikan secara langsung.
Forest sendiri telah menggelontorkan sekitar £101 juta untuk enam pemain pada musim panas, termasuk Liam Delap dari Chelsea dengan mahar awal £45 juta. Delap telah menunjukkan performa menjanjikan, sementara Ousmane Diomande memperkuat lini belakang. Meski begitu, hasil di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan investasi besar tersebut. Dari lima laga awal Premier League, Forest mengoleksi lima poin, dengan satu kemenangan dramatis 2-1 atas Aston Villa, serta hasil imbang melawan Liverpool dan Tottenham. Kekalahan di kandang dari Leeds dan Coventry City, plus tersingkirnya mereka dari Carabao Cup, menjadi catatan tersendiri.
Ketiadaan gol dalam tiga pertandingan liga di City Ground menyoroti masalah ketajaman yang perlu segera diatasi. Itulah sebabnya Forest disebut-sebut tengah mencari solusi di pasar Januari. Meski tawaran yang disiapkan lebih rendah dari penawaran yang ditolak pada Mei lalu dan hanya separuh dari permintaan Fenerbahçe, minat yang berkelanjutan menunjukkan bahwa Brown bukan sekadar rumor belaka.
Bagi Fenerbahçe, mempertahankan Brown hingga akhir musim masuk akal secara kompetitif. Klub asuhan José Mourinho itu tengah bersaing di liga domestik dan kompetisi Eropa, sehingga melepas bek serba bisa di tengah jalan berisiko mengganggu stabilitas tim. Di sisi lain, Forest perlu mempertimbangkan apakah investasi besar untuk pemain yang belum tentu langsung menjadi starter merupakan langkah tepat, mengingat kebutuhan mendesak akan gol dan kreativitas.
Jika negosiasi kembali gagal, Forest mungkin akan mengalihkan perhatian ke target lain. Namun, jika kesepakatan tercapai, Brown bisa menjadi salah satu pemain yang mendorong proyek pembangunan ulang Glasner ke level berikutnya. Pertanyaannya, akankah manajemen Forest bersedia menaikkan tawaran mendekati permintaan Fenerbahçe, atau justru memilih opsi yang lebih ekonomis?



