Jeremy Allen White Akui Tekanan Perankan Bruce Springsteen Bikin Insomnia
Baca dalam 60 detik
- Jeremy Allen White mengaku sering terbangun tengah malam dengan keringat dingin saat memerankan Bruce Springsteen di film biopik 2025.
- Pengalaman itu membuatnya lebih waspada saat ditawari peran Jeff Horwitz, reporter Wall Street Journal, dalam sekuel The Social Network garapan Aaron Sorkin.
- The Social Reckoning akan mengangkat skandal kebocoran data Facebook 2021 yang melibatkan whistleblower Frances Haugen.

Aktor Jeremy Allen White mengungkapkan bahwa tekanan memerankan legenda musik Bruce Springsteen dalam film biopik Springsteen: Deliver Me from Nowhere (2025) membuatnya mengalami gangguan tidur. Pria 35 tahun itu mengaku kerap terbangun di tengah malam dengan keringat dingin akibat beban tanggung jawab menghidupkan sosok publik yang sangat ikonik.
Dalam wawancara dengan People, Allen White mengisahkan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga. Meski mengaku menikmati prosesnya, ia tidak menampik bahwa peran itu menyisakan trauma tersendiri. "Itu membuat saya terbangun di tengah malam, banyak malam, dengan keringat dingin," ujarnya. Tekanan itu kemudian membentuk cara pandangnya ketika menerima tawaran berperan sebagai Jeff Horwitz, mantan reporter The Wall Street Journal, dalam film arahan Aaron Sorkin berjudul The Social Reckoning.
Allen White mengaku awalnya gugup saat membaca naskah karya Sorkin. "Saya sangat senang bertemu Aaron. Saya sudah lama mengaguminya, tetapi ketika membaca naskahnya, saya sadar ini tentang orang nyata dan saya tahu bagaimana rasanya tanggung jawab itu," tuturnya. Ia pun menyadari bahwa memerankan tokoh nyata memiliki beban moral yang tidak ringan, terutama karena cerita yang diangkat menyangkut isu publik yang sensitif.
The Social Reckoning merupakan sekuel mandiri dari film The Social Network (2010) yang juga disutradarai Sorkin. Film ini akan mengeksplorasi skandal kebocoran data Facebook pada 2021 yang diungkap oleh whistleblower Frances Haugen (diperankan Mikey Madison) dan Jeff Horwitz. Skandal tersebut menyingkap sejumlah tuduhan, antara lain Facebook membiarkan pengguna berpengaruh melanggar aturan, mengizinkan konten yang mendorong kekerasan atau pelecehan, menyembunyikan riset yang menunjukkan Instagram berdampak buruk bagi remaja perempuan, serta mengubah algoritma yang membuat pengguna semakin emosional.
Allen White menegaskan bahwa tanggung jawab terbesarnya bukan sekadar memerankan sosok Jeff Horwitz, melainkan menyampaikan kisah itu secara jujur. "Saya merasa bertanggung jawab untuk menceritakan kisah ini sejujur mungkin. Ini cerita yang sangat memikat, dan saya berbagi perspektif dengan Aaron, Jeff, dan Frances," jelasnya. Ia mengaku berusaha memahami sudut pandang Jeff sedalam mungkin, meski dunia yang digeluti reporter investigasi itu awalnya terasa asing baginya.
"Saya merasa tekanan atau tanggung jawab terbesar adalah memahami perspektif Jeff sebisa mungkin, dan benar-benar mencoba memahami dunia iniโyang sebelumnya benar-benar misteri bagi saya, dan sampai batas tertentu masih misteri."
โ Jeremy Allen White
Sorkin sendiri menegaskan bahwa The Social Reckoning bukan sekadar kelanjutan dari film sebelumnya. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, ia menyatakan bahwa konteks Facebook telah berubah drastis. "Perusahaannya bernilai satu triliun dolar dan memiliki tiga miliar pengguna. Ini bukan lagi perusahaan media sosial. Ini bukan lagi tentang menjaga hubungan dengan teman sekolah. Sekarang mereka menambahkan newsfeed, dan newsfeed itu dijalankan oleh algoritma," ujarnya. Sorkin menambahkan bahwa algoritma tersebut membuat setiap orang menerima informasi yang berbeda, sehingga "kita semua hidup di dunia kita sendiri-sendiri."
Bagi Allen White, pengalaman pahit saat memerankan Springsteen justru menjadi bekal berharga. Ia belajar bahwa memerankan tokoh nyata tidak hanya menuntut kemampuan akting, tetapi juga kesiapan mental menghadapi ekspektasi publik. Kini, ia berharap The Social Reckoning dapat membuka mata penonton tentang kompleksitas dunia digital yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Film ini dijadwalkan tayang pada 2025 dan telah menarik perhatian karena mengangkat isu yang masih relevan: bagaimana algoritma media sosial membentuk opini dan perilaku manusia. Dengan keterlibatan nama-nama besar seperti Sorkin, Allen White, dan Mikey Madison, The Social Reckoning berpotensi menjadi cermin bagi masyarakat modern yang semakin bergantung pada platform digital. Akankah film ini mampu menggugah kesadaran akan bahaya echo chamber dan manipulasi algoritma? Waktu yang akan menjawab, tetapi setidaknya ia telah memicu diskusi penting tentang tanggung jawab platform teknologi.



