Duel Sengit di Friuli: Udinese dan Como Berbagi Angka, Ambisi Eropa Masih Jauh
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan Serie A antara Udinese dan Como berakhir imbang 1-1, dengan kedua tim membuang sejumlah peluang emas untuk meraih kemenangan.
- Hasil ini menjadi pukulan bagi Como yang berambisi menembus zona Liga Champions, sementara Udinese harus puas dengan satu poin di kandang sendiri.
- Cedera yang dialami Nicolò Zaniolo menambah daftar masalah bagi Udinese, sementara Como menunjukkan potensi tetapi belum konsisten.

Laga pekan kedua Serie A mempertemukan Udinese dan Como di Stadion Friuli, Minggu (25/8) malam WIB, berakhir dengan skor 1-1. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi angka, namun menyisakan banyak penyesalan karena sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Bagi Como, yang musim ini berambisi tampil di kompetisi Eropa, hasil ini menjadi pukulan telak karena mereka mendominasi penguasaan bola namun gagal memanfaatkannya.
Como datang ke Friuli dengan status sebagai kejutan musim lalu. Klub milik keluarga Hartono itu berbelanja besar-besaran pada bursa transfer musim panas untuk memperkuat skuad, termasuk mendatangkan Trevoh Chalobah, Yan Couto, dan Luis Milla yang langsung diturunkan sebagai starter. Nico Paz, yang baru kembali dari Piala Dunia bersama Argentina, juga diberi kepercayaan bermain meski minim persiapan pramusim. Namun, ambisi besar itu belum terbayar di lapangan.
Udinese sendiri tampil tanpa Christian Kabasele yang terkena sanksi, serta Keinan Davis, Alessandro Zanoli, dan Giorgi Chakvetadze yang masih dalam pemulihan cedera. Meski demikian, tuan rumah mampu unggul lebih dulu melalui gol indah Hassane Kamara pada menit ke-15. Memanfaatkan umpan terobosan Jurgen Ekkelenkamp, Kamara dengan tenang memperdaya kiper Jean Butez dengan chip halus ke gawang kosong.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Como terus menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Tasos Douvikas pada menit ke-35. Berawal dari sepak pojok Luis Milla, sundulan Chalobah mampu ditepis kiper Maduka Okoye, namun bola rebound langsung disambar Douvikas dari jarak dekat. Sejak saat itu, pertandingan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling bergantian menyerang.
Peluang demi peluang tercipta di kedua babak. Maduka Okoye tampil gemilang di bawah mistar Udinese dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Douvikas dan tembakan jarak dekat pemain yang sama. Di sisi lain, Jean Butez juga beberapa kali melakukan penyelamatan, termasuk menepis tembakan Lennon Miller di tiang dekat.
Menit-menit akhir menjadi drama tersendiri. Pada menit ke-88, Udinese nyaris memastikan kemenangan ketika Zaniolo melepaskan umpan tarik dari sisi kanan, Kamara membiarkan bola lewat, namun Vakoun Bayo yang berada di posisi ideal justru melambungkan tembakan ke atas mistar. Beberapa saat kemudian, Zaniolo harus ditarik keluar karena cedera otot paha, sebuah kabar buruk bagi pelatih Kosta Runjaić. Di masa injury time, Como hampir mencuri kemenangan lewat sundulan Jacobo Ramon yang membentur mistar gawang.
Hasil ini membuat Udinese dan Como sama-sama mengoleksi empat poin dari dua laga. Namun, performa Como yang belum konsisten menjadi sorotan. Pelatih Cesc Fàbregas, yang juga legenda Arsenal, mengakui timnya masih perlu meningkatkan penyelesaian akhir. "Kami menciptakan banyak peluang, tapi harus lebih klinis di depan gawang," ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Sementara itu, Udinese harus waspada dengan cedera Zaniolo yang bisa mempengaruhi kedalaman skuad mereka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena Como dimiliki oleh konglomerat Indonesia, keluarga Hartono. Investasi besar yang mereka tanamkan mulai menunjukkan hasil, meski belum optimal. Kehadiran pemain-pemain berkualitas seperti Nico Paz dan Luis Milla menjadi sinyal bahwa Como serius bersaing di papan atas Serie A. Namun, persaingan ketat dengan klub-klub besar Italia menuntut konsistensi lebih dari sekadar belanja pemain.
Ke depan, Como akan menghadapi ujian berat saat menjamu Juventus di pekan ketiga. Sementara Udinese akan bertandang ke markas Lazio. Pertanyaan besarnya, mampukah Como menjaga ambisi Eropa mereka di tengah persaingan yang semakin ketat? Atau justru Udinese yang akan bangkit dan menjadi kejutan musim ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.



