All Blacks Hancurkan Springboks 33-16 di Ellis Park, Putus 12 Kemenangan Beruntun Juara Dunia
Baca dalam 60 detik
- Selandia Baru menaklukkan Afrika Selatan 33-16 pada laga pertama seri empat pertandingan, mengakhiri 12 kemenangan beruntun tuan rumah.
- Will Jordan mencetak dua try dan menjadi pencetak try terbanyak sepanjang masa bagi All Blacks dengan total 53 try internasional.
- Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi kepercayaan diri Springboks jelang tiga laga berikutnya, termasuk di Cape Town pekan depan.

Johannesburg, 22 Agustus โ Selandia Baru membungkam Afrika Selatan dengan skor telak 33-16 pada uji coba pertama di Ellis Park, Sabtu (22/8). Kemenangan ini tidak hanya menghentikan laju 12 kemenangan beruntun Springboks, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa All Blacks tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pentas rugby dunia, meski datang sebagai underdog.
Sejak awal, pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit dan fisik. Afrika Selatan mencoba mendominasi lewat kekuatan skrum dan serangan langsung, namun All Blacks membalas dengan permainan cepat dan efektif. Lima try berhasil dicetak tim tamu, sementara tuan rumah hanya mampu membalas satu try. Skor akhir 33-16 menjadi bukti superioritas taktik dan eksekusi Selandia Baru.
Will Jordan tampil sebagai bintang dengan dua try yang mengukuhkan posisinya sebagai pencetak try terbanyak sepanjang masa bagi All Blacks, kini dengan total 53 try internasional. Try lainnya datang dari Josh Moorby, Fabian Holland, dan Luke Jacobson. Ruben Love sukses mengeksekusi empat konversi, sementara Cheslin Kolbe menjadi penyumbang poin utama bagi Afrika Selatan melalui tiga penalti dan satu konversi.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi juara dunia bertahan. Sejak awal, Springboks sebenarnya memiliki peluang untuk unggul cepat, namun keputusan untuk memilih lineout daripada tendangan penalti pada menit kedua justru berbuah kegagalan. Kesalahan handling yang berulang dan disiplin yang buruk menjadi biang keladi kekalahan mereka. Bahkan, di 10 menit terakhir, Afrika Selatan harus bermain dengan 13 pemain setelah Marco van Staden dan Cobus Reinach terkena kartu kuning.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kemenangan ini menegaskan bahwa All Blacks masih menjadi tim yang sulit dikalahkan, terutama di laga tandang. Meski sempat diragukan setelah beberapa hasil kurang memuaskan, mereka mampu bangkit di momen krusial. Hal ini juga menjadi pelajaran bahwa disiplin dan pengambilan keputusan yang tepat di lapangan sangat menentukan hasil akhir, sesuatu yang relevan dengan perkembangan rugby di Asia Tenggara yang mulai menunjukkan grafik positif.
Pelatih All Blacks, yang enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa kemenangan ini diraih berkat kerja keras tim dan persiapan matang. "Kami tahu mereka akan tampil fisik, tapi kami punya rencana dan berhasil mengeksekusinya dengan baik," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan. Sementara itu, kapten Springboks, Siya Kolisi, menyebut kekalahan ini sebagai pukulan telak dan berjanji akan memperbaiki performa di laga berikutnya.
Dengan keunggulan psikologis ini, All Blacks kini berada di atas angin menjelang tiga pertandingan tersisa. Pertanyaan besarnya adalah mampukah Afrika Selatan bangkit dan membalas di Cape Town? Atau justru All Blacks akan semakin percaya diri dan menyapu bersih seri ini? Satu hal yang pasti, persaingan menuju supremasi rugby dunia semakin memanas.



