Marotta Tutup Pintu Barcelona: Lautaro Martinez Tak Akan Dilepas Inter
Baca dalam 60 detik
- Presiden Inter Beppe Marotta menegaskan tidak ada negosiasi untuk Lautaro Martinez, meski Barcelona dikabarkan siap membayar โฌ100 juta.
- Inter memilih mempertahankan skuad inti dan menambah pemain berpengalaman seperti John Stones untuk menjaga budaya juara.
- Keputusan ini memperkuat posisi Inter di puncak Serie A, sekaligus mengirim sinyal ke klub-klub besar Eropa bahwa aset utama mereka tidak untuk dijual.

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, dengan tegas menepis spekulasi kepindahan kapten tim, Lautaro Martinez, ke Barcelona. Dalam pernyataannya jelang laga pembuka Serie A melawan Monza, Marotta menyebut isu tersebut 'tidak layak dibahas', menegaskan bahwa sang pemain adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah klub.
Ketegasan ini muncul di tengah laporan media Spanyol yang mengaitkan Martinez dengan nilai transfer fantastis mencapai โฌ100 juta. Namun, bagi Marotta, uang sebanyak apa pun tidak akan mengubah posisi klub. "Lautaro adalah kapten kami dan mewakili sejarah Inter saat ini. Tidak ada kondisi yang memungkinkan dia pergi," ujarnya kepada DAZN Italia, seperti dikutip Football Italia.
Inter sendiri datang ke musim baru dengan status ganda juara bertahan, setelah musim lalu meraih Scudetto dan Coppa Italia. Namun, kegagalan di Liga Champions menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Marotta menggarisbawahi bahwa sebagai juara bertahan, setiap lawan akan tampil lebih termotivasi, sehingga timnya harus terus meningkatkan standar permainan.
Di bursa transfer musim panas ini, Inter tidak melakukan revolusi besar-besaran. Mereka justru mendatangkan pemain-pemain berpengalaman seperti Djed Spence, Curtis Jones, dan John Stones. Menurut Marotta, langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang yang dibangun sejak beberapa tahun lalu. "Kami menambahkan profesional yang secara kolektif telah memenangkan sekitar 30 trofi. Pengalaman dan mentalitas adalah elemen fundamental dalam sepak bola modern," jelasnya.
Keputusan Inter mempertahankan Martinez juga menjadi sinyal kuat bagi klub-klub Eropa lainnya. Di tengah gencarnya minat Barcelona, Inter menunjukkan bahwa mereka bukan klub penjual. Meski begitu, Marotta tidak menutup kemungkinan adanya pergerakan di sisa bursa transfer. "Kami terus memantau peluang yang ada, berkoordinasi dengan pelatih, dan berkat kemurahan hati pemilik, kami bisa berinvestasi lebih jika diperlukan," pungkasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, sikap Inter ini menarik untuk dicermati. Di tengah dominasi klub-klub kaya Eropa yang kerap 'mencuri' pemain bintang, Inter justru menunjukkan keberanian mempertahankan aset utama. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa kesuksesan jangka panjang tidak selalu bergantung pada penjualan pemain, melainkan pada pembangunan tim yang solid dan berkelanjutan.
Kehadiran John Stones, yang langsung duduk di bangku cadangan pada laga kontra Monza, menunjukkan keseriusan Inter dalam memperkuat lini pertahanan. Dengan pengalaman Stones di Manchester City, diharapkan lini belakang Inter semakin kokoh menghadapi tekanan tim-tim besar Eropa. Pertanyaannya, apakah Inter mampu mempertahankan konsistensi performa sepanjang musim dan kembali bersaing di Liga Champions?



