Starc Hancurkan Bangladesh: 5 Wicket dalam 4 Over, Australia di Atas Angin
Baca dalam 60 detik
- Mitchell Starc mencatatkan lima wicket dalam empat over pembuka, mengguncang Bangladesh di laga kedua.
- Bangladesh yang unggul seri 1-0 kini terancam setelah kehilangan lima wicket cepat di Mackay.
- Kemenangan Australia di laga ini bisa menyamakan kedudukan dan memperpanjang persaingan seri.

Mackay, Queensland โ Aksi brutal Mitchell Starc di lapangan yang mendukung pergerakan bola membuat Australia langsung menguasai laga kedua melawan Bangladesh. Dalam empat over pertamanya, Starc merobek lima wicket, meninggalkan Bangladesh dalam posisi kritis di hari pertama pertandingan di Great Barrier Reef Arena, Sabtu (22/8).
Keputusan Pat Cummins yang memilih field setelah memenangkan toss terbukti tepat. Starc, dengan ayunan bola yang mematikan, menghancurkan barisan atas Bangladesh. Dua opener, Najmul Hossain Shanto dan Litton Das, dipulangkan tanpa angka, sementara Shadman Islam menjadi korban pertama di bola pembuka pertandingan. Tanzid Hasan, Mominul Haque, dan Das menyusul, membuat Bangladesh terpuruk di skor 12 untuk 5.
Kehancuran ini menjadi pukulan telak bagi Bangladesh yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan sembilan wicket di Darwin. Seri yang semula tampak menjanjikan bagi tim tamu kini berubah drastis. Starc, yang dikenal dengan kemampuan swing bowling-nya, tampil seperti di kandang sendiri di lapangan yang mirip dengan Gabba, Brisbane.
Bagi Australia, penampilan Starc ini menjadi sinyal kebangkitan setelah performa kurang meyakinkan di laga pembuka. Selain itu, kembalinya Matt Renshaw ke tim setelah tiga tahun absen menambah dimensi baru di sektor batting. Renshaw diharapkan mampu memberikan stabilitas yang sempat hilang, menggantikan Jake Weatherald yang gagal di dua pertandingan sebelumnya.
Di sisi lain, Bangladesh harus segera bangkit. Mereka melakukan satu perubahan dengan memasukkan Shoriful Islam yang pulih dari cedera hamstring, menggantikan Ebadot Hossain. Namun, keputusan itu belum mampu membendung agresivitas Starc. Para batsman Bangladesh tampak kesulitan membaca arah bola yang bergerak cepat, baik ke dalam maupun ke luar.
Bagi pengamat kriket Indonesia, pertandingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana kondisi lapangan yang mendukung pace bowling bisa mengubah arah pertandingan. Meski kriket belum sepopuler di Indonesia, perkembangan olahraga ini di Asia Tenggara patut diperhatikan, terutama dengan munculnya talenta-talenta baru di kawasan.
Mackay sendiri mencatat sejarah sebagai venue test ke-12 bagi Australia. Great Barrier Reef Arena, yang biasanya digunakan untuk olahraga lain, kini resmi menjadi bagian dari peta kriket Australia. Hal ini menunjukkan ekspansi kriket ke daerah-daerah baru, mirip dengan upaya yang dilakukan di berbagai negara untuk memperluas basis penggemar.
Dengan Bangladesh yang masih memiliki sisa batsman, pertanyaan besarnya adalah apakah mereka mampu bertahan dan memberikan perlawanan. Atau akankah Starc dan rekan-rekannya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat? Satu hal yang pasti, Australia tidak akan menyia-nyiakan momentum ini untuk menyamakan kedudukan seri.



