Borneo FC Tantang Juara Bertahan Buriram United di Laga Pembuka ASEAN Club Championship
Baca dalam 60 detik
- Borneo FC memulai kiprah di ASEAN Club Championship dengan bertandang ke markas Buriram United, Rabu (7/10/2026).
- Pelatih Mauro Jeronimo membawa pengalaman semifinal Shopee Cup bersama Nam Dinh untuk menghadapi juara dua edisi terakhir.
- Ketersediaan tiga pilar Buriram yang baru memperkuat Timnas Thailand masih menjadi tanda tanya besar.

Borneo FC akan mengawali perjalanan di ASEAN Club Championship dengan ujian terberat: bertandang ke markas Buriram United di Stadion Chang Arena, Thailand, Rabu (7/10/2026). Laga ini menjadi pembuka Grup A sekaligus tolok ukur sejauh mana Pesut Etam mampu bersaing di kompetisi antarklub Asia Tenggara yang semakin kompetitif.
Buriram bukan lawan sembarangan. Klub asal Thailand itu merupakan juara dua edisi terakhir dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Bagi Borneo, hasil positif di kandang lawan akan menjadi modal psikologis berharga sebelum menjalani rangkaian pertandingan grup yang padat.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengaku tidak buta terhadap atmosfer kompetisi ini. Musim lalu, arsitek asal Portugal itu membawa klub Vietnam, Nam Dinh, melaju hingga semifinal Shopee Cup. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga, meski ia menegaskan setiap tantangan memiliki karakter berbeda.
"Musim lalu saya punya pengalaman melatih tim di Shopee Cup hingga semifinal. Namun saya paham di sepak bola, tiap situasi berbeda. Sekarang saya menghadapi tantangan baru di Borneo," ujar Mauro.
Meski belum pernah bersua Buriram secara langsung, Mauro mengaku telah mengamati kekuatan sang lawan. Ia menyebut Buriram sebagai tim hebat dengan pemain berkualitas, namun tetap optimistis anak asuhnya bisa menyajikan pertandingan menarik.
Mauro menegaskan timnya akan membawa karakter sepak bola Indonesia ke Thailand. Ia ingin para pemain tampil agresif, cepat, dan pantang menyerah. Semangat itu, menurutnya, merupakan identitas yang harus dijaga saat berlaga di level regional.
"Kami akan menonjolkan nama Borneo FC dan Samarinda dulu. Kemudian pastinya negara Indonesia. Saya selalu katakan, apapun skornya, kami wajib tampil optimal. Kami harus main cepat dengan semangat juang tinggi. Ini karakter sepak bola di Indonesia," tegasnya.
Karakter tersebut sejalan dengan pencapaian Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda sukses menundukkan Thailand melalui drama adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Momentum itu menjadi cambuk tambahan bagi Borneo untuk tampil maksimal di kandang lawan.
Dari kubu Buriram, belum ada konfirmasi apakah mereka dapat menurunkan tiga pemain yang baru membela Timnas Thailand: Anan Yodsangwal, Supachai Chaided, dan Iklas Sanron. Nama terakhir sempat mencetak gol penyeimbang 1-1 melawan Indonesia di babak kedua final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta, Senin (5/10/2026).
Mauro sendiri tidak asing dengan klub Thailand. Ia pernah melawan Bangkok United di Shopee Cup dan Ratchaburi FC di AFC League Two musim lalu. Pengalaman itu membuatnya memahami ritme dan taktik tim-tim Negeri Gajah Putih.
"Saya tak asing dengan klub Thailand. Kami harus menjaga ketat tiap area, atas, tengah, atau bawah. Kami akan ikuti alur laga selama 90 menit. Saya kira pasti ada momen krusial untuk menang," tuturnya.
Bagi Borneo, laga ini bukan sekadar ajang unjuk gigi. Kompetisi ini menjadi panggung untuk mengukur daya saing klub Indonesia di kancah regional, sekaligus memperkuat posisi sepak bola nasional yang tengah menanjak. Dukungan suporter di Samarinda dan seluruh Indonesia akan menjadi energi tambahan bagi Pesut Etam.
Pertanyaan besarnya: mampukah Borneo mencuri poin di kandang juara bertahan, atau akankah Buriram kembali menunjukkan dominasinya? Jawabannya akan terlihat di lapangan, dan hasilnya bisa menjadi indikator seberapa jauh klub-klub Indonesia siap bersaing di level Asia Tenggara.



