Prime Day Apple: AirPods Pro 3 hingga MacBook Air M5 Diskon, Ini Daftar Harga Terendahnya
Baca dalam 60 detik
- Amazon Prime Day edisi Oktober 2026 memangkas harga lima produk Apple, dengan AirPods Pro 3 turun menjadi $179 dari $249.
- Diskon terbesar ada pada MacBook Air M5 13 inci yang dipotong $200, sementara iPad generasi A16 menyentuh harga terendah sejak kenaikan harga awal tahun.
- Perang harga ritel global ini menjadi sinyal bagi konsumen Indonesia untuk mencermati pola impor dan potensi penyesuaian harga resmi di pasar domestik.

Amazon kembali menggelar Prime Day edisi Oktober 2026 dengan menurunkan harga sejumlah perangkat Apple, mulai dari AirPods Pro 3 hingga MacBook Air M5. Langkah ini menjadi momen langka bagi konsumen yang menanti diskon resmi dari merek berharga premium tersebut, terutama karena Apple jarang memangkas harga produk barunya dalam waktu singkat.
Dari lima produk yang masuk daftar diskon, AirPods Pro 3 menjadi yang paling mencolok. TWS ini dibanderol $179, turun dari harga normal $249, atau potongan sekitar $70. Sebelumnya, harga earbuds ini hanya bergerak di kisaran diskon $50 selama beberapa bulan terakhir. Penurunan tambahan $20 ini menjadikannya harga terendah yang tercatat dalam beberapa waktu terakhir.
Menariknya, Apple tidak memperbarui lini Pro pada peluncuran iPhone 18 bulan lalu, meski sempat memperkenalkan AirPods 5. Kondisi ini justru memperkuat posisi AirPods Pro 3 sebagai perangkat yang masih relevan, dengan keunggulan utama pada kemampuan peredam bising aktif yang dinilai paling efektif di antara jajaran earbuds Apple. Baterainya diklaim bertahan hingga delapan jam, plus fitur sensor detak jantung untuk olahraga dan asisten Siri yang bisa dioperasikan tanpa sentuhan, termasuk menjawab panggilan hanya dengan anggukan kepala.
Selain AirPods, Apple Watch SE 3 juga menjadi incaran. Jam pintar ini disebut sebagai pilihan terbaik untuk pengguna iPhone yang ingin tetap terhubung tanpa harus membeli model flagship. Layar always-on, pelacakan detak jantung, laju pernapasan, dan tidur tetap tersedia, meski harus rela melewatkan sensor oksigen darah, EKG, serta fitur Audio Intelligence yang akan datang. Bagi orang tua, perangkat ini kerap dijadikan solusi memberi nomor telepon pertama bagi anak remaja tanpa harus menyerahkan ponsel.
Di segmen tablet, iPad generasi A16 11 inci turun menjadi $399 dari $449. Meski chip A16 dinilai belum cukup untuk menjalankan Apple Intelligence, tablet ini tetap mampu menangani kebutuhan browsing, streaming, dan pekerjaan ringan. Seorang pengulas menyebut perangkat ini sebagai pilihan ideal bagi sebagian besar pengguna karena tampilannya menarik, harganya terjangkau, dan lebih serbaguna dibanding tablet pesaing.
"Tampilannya indah, harganya terjangkau, dan bisa dibilang lebih serbaguna daripada tablet pesaing mana pun." โ pengulas Yahoo Tech
MacBook Air M5 13 inci menjadi produk dengan potongan terbesar, yakni $200, sehingga harganya menjadi $1.099. Posisinya kini berada di tengah lini MacBook setelah kehadiran model Neo pada Maret lalu. Bobotnya di bawah tiga pon dan baterainya diklaim bertahan hingga 18 jam, cocok untuk mahasiswa atau pekerja mobile. Chip M5 dan RAM 16GB dianggap memadai untuk riset, presentasi multimedia, hingga seminar daring berkat kamera 12MP.
Terakhir, AirTag generasi kedua dijual $89 untuk paket empat unit, turun dari $99. Pelacak ini memperbaiki keluhan pada versi pertama dengan suara yang lebih keras dan jangkauan pencarian lebih jauh melalui jaringan Find My. Bagi pengguna yang sering kehilangan kunci, dompet, atau tas, perangkat mungil ini bisa menghemat waktu pencarian.
Konteks Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, diskon Prime Day ini tidak bisa langsung dinikmati karena Amazon tidak mengirimkan sebagian besar produk Apple ke pasar domestik dengan harga yang sama. Namun, pola diskon di Amerika Serikat kerap menjadi acuan bagi distributor resmi dan toko ritel dalam negeri untuk menyesuaikan strategi promosi, terutama menjelang akhir tahun. Pengamat ritel menilai perang harga di pasar global bisa menekan margin distributor lokal, tetapi juga membuka peluang bagi konsumen untuk mendapatkan harga lebih kompetitif melalui kanal impor resmi atau program bundling operator.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor yang membuat harga perangkat Apple di Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan harga di AS. Meski demikian, sejumlah e-commerce dalam negeri biasanya menggelar kampanye diskon serupa pada periode yang sama, seperti 10.10 atau Harbolnas 12.12, dengan potongan yang disesuaikan dengan kondisi pasar lokal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa lama Apple mampu mempertahankan harga premiumnya di tengah gempuran diskon ritel besar seperti Amazon. Jika tren pemotongan harga terus berlanjut, bukan tidak mungkin Apple akan menyesuaikan strategi penetapan harga di pasar berkembang, termasuk Indonesia, untuk menjaga daya saing di segmen menengah.



