Pohon Tumbang di Dempsey Singapura: Sopir Taksi Online Selamat, Jalan Loewen Lumpuh
Baca dalam 60 detik
- Insiden pohon tumbang di kawasan Dempsey, Singapura, membuat seorang sopir taksi online terjebak di dalam mobilnya, namun berhasil dievakuasi oleh karyawan spa setempat.
- Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan infrastruktur kota, terutama di area dengan banyak pepohonan rindang, dan memicu pertanyaan tentang perawatan pohon oleh otoritas setempat.
- Dampak insiden ini meluas hingga kemacetan lalu lintas di Loewen Road, dan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Seorang sopir taksi online berusia 60 tahun bernama Saiful selamat setelah sebuah pohon tumbang menimpa mobilnya di kawasan Dempsey, Singapura, pada Sabtu (22/8). Insiden ini tidak hanya menimbulkan kemacetan di Loewen Road, tetapi juga menyoroti risiko keselamatan yang dihadapi pengguna jalan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Peristiwa bermula saat Saiful memutar kendaraan MPV Nissan putihnya keluar dari Museum of Ice Cream. Ia mendengar suara retakan keras, dan sebelum sempat bereaksi, pohon di sisi kiri mobilnya perlahan roboh menimpa bagian penumpang, meremukkan atap kendaraan. Saiful sempat mencoba mundur, tetapi pohon sudah lebih dulu menimpa mobilnya, membuat pintu pengemudi tidak bisa dibuka dari dalam.
Dalam situasi mencekam itu, karyawan spa di sebelah lokasi kejadian segera bertindak. Mereka membantu membebaskan Saiful dari kursi pengemudi sebelum tim penyelamat tiba. Beberapa saat kemudian, Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) dan ambulans datang untuk memeriksa kondisi Saiful. Beruntung, ia tidak mengalami luka fisik, dan SCDF mengonfirmasi tidak diperlukan bantuan medis lebih lanjut. Keluarga Saiful pun tiba di lokasi untuk memastikan kondisinya.
Selain MPV putih yang dikemudikan Saiful, sebuah BMW biru yang terparkir di dekatnya juga terkena imbas, dengan bagian kap mesin tertimpa dahan pohon. Hingga pukul 12.45 waktu setempat, Loewen Road masih ditutup untuk proses evakuasi oleh kontraktor lanskap. Otoritas setempat, termasuk Singapore Land Authority, masih melakukan investigasi terkait penyebab tumbangnya pohon tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan pohon di perkotaan, terutama di negara seperti Singapura yang dikenal dengan penghijauannya. Menurut para ahli, pohon yang sudah tua atau lapuk dapat menjadi risiko serius saat cuaca ekstrem, seperti hujan deras disertai angin kencang. Meski Singapura memiliki program pemantauan pohon yang ketat, kejadian ini menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya bebas dari risiko.
Bagi Indonesia, kejadian ini relevan mengingat banyak kota besar yang juga memiliki banyak pohon rindang di sepanjang jalan. Peristiwa serupa pernah terjadi di Jakarta, misalnya, ketika pohon tumbang menimpa kendaraan dan menyebabkan korban jiwa. Hal ini menegaskan perlunya audit rutin terhadap kesehatan pohon, terutama menjelang musim hujan, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah otoritas Singapura akan memperketat inspeksi pohon di area publik, dan apakah kejadian ini akan mendorong perubahan kebijakan di negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, untuk lebih proaktif dalam mitigasi risiko. Sementara itu, Saiful dan keluarganya bersyukur atas keselamatan yang didapat, dan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pengguna jalan.



