Dion Markx Ikut Skuad Juara, Persita Tangerang Rayakan Sejarah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menutup puasa gelar senior dengan menaklukkan Thailand lewat adu penalti di final FIFA ASEAN Cup 2026.
- Persita Tangerang memberi apresiasi khusus kepada bek mudanya, Dion Markx, yang menjadi bagian dari skuad Garuda meski belum mencatatkan menit bermain.
- Kembalinya Dion ke level klub diprediksi memperkuat lini belakang Pendekar Cisadane saat menjamu Garudayaksa FC di BRI Super League.

Persita Tangerang menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Dion Markx yang tergabung dalam skuad Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Bek berusia 21 tahun itu menjadi satu-satunya wakil Pendekar Cisadane di tim yang mengakhiri dahaga gelar senior sepak bola nasional.
Gelar tersebut dipastikan setelah Skuad Garuda menundukkan Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Laga berjalan ketat karena kedua tim bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu, sehingga pemenang baru ditentukan dari titik putih.
Kemenangan ini bukan sekadar trofi biasa. Timnas Indonesia telah lama menanti gelar di level senior, dan keberhasilan di turnamen regional bergengsi itu menjadi penanda bahwa regenerasi pemain mulai berjalan sesuai rencana. Kehadiran nama-nama muda seperti Dion Markx di skuad juara memperkuat indikasi tersebut.
Melalui akun Instagram resmi klub, Persita mengunggah potret Dion mengenakan jersey merah Timnas Indonesia dengan medali juara tergantung di leher. Dalam keterangan unggahan, manajemen klub menyebut keberhasilan tersebut sebagai momen dramatis yang membanggakan. "Garuda terbang tinggi," tulis Persita dalam unggahan tersebut.
Pemanggilan Dion ke skuad Garuda menunjukkan performanya bersama Persita mendapat perhatian serius dari tim pelatih Timnas Indonesia.
Meski belum turun bermain, status Dion sebagai bagian dari skuad juara tetap bernilai strategis. Persaingan di lini belakang Timnas memang ketat, tetapi kepercayaan pelatih untuk membawanya ke turnamen menunjukkan bahwa ia masuk dalam proyeksi jangka menengah. Pengalaman berada di ruang ganti tim juara bisa menjadi modal mental yang sulit diukur secara statistik.
Bagi Persita, sinyal positif ini datang di waktu yang tepat. Dion tampil solid dalam tiga pertandingan terakhir BRI Super League 2026/2027 dan membantu klub menjaga rekor belum terkalahkan. Sebelum berkarier di Indonesia, ia menimba ilmu di akademi Vitesse dan NEC di Belanda, latar belakang yang memberi nilai tambah dalam hal disiplin taktik dan pembacaan permainan.
Setelah jeda internasional berakhir, Dion akan kembali fokus memperkuat Persita. Klub asal Tangerang itu dijadwalkan menjamu tim promosi Garudayaksa FC di Banten International Stadium, Serang, pada 10 Oktober 2026. Pelatih Carlos Pena disebut berpeluang kembali menurunkan Dion sebagai pilihan utama di jantung pertahanan.
Yang menarik untuk dicermati, keberhasilan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 bisa menjadi katalis bagi klub-klub Liga Indonesia untuk lebih berani memberi ruang kepada pemain muda. Jika pemain seperti Dion mampu bersaing di level internasional, standar pembinaan akademi di Tanah Air patut dievaluasi ke arah yang lebih kompetitif. Pertanyaannya, apakah momentum juara ini akan diikuti kebijakan klub yang lebih progresif, atau justru kembali ke pola lama yang mengandalkan pemain senior?



