Chelsea Incar Morgan Gibbs-White, Gelandang yang Disebut Mirip Bruno Fernandes
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan serius memburu kapten Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White, sebagai tambahan amunisi lini tengah.
- Gibbs-White dinilai memiliki profil permainan yang mirip dengan Bruno Fernandes, dengan kontribusi gol dan assist yang impresif musim lalu.
- Langkah ini menjadi sinyal ambisi Chelsea di bawah arahan pelatih baru untuk kembali bersaing di papan atas Premier League.

LONDON โ Chelsea dikabarkan tengah mempersiapkan langkah besar di bursa transfer musim panas ini dengan membidik kapten Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White. Sosok gelandang serang berusia 26 tahun itu disebut-sebut sebagai pemain yang memiliki kemiripan gaya bermain dengan bintang Manchester United, Bruno Fernandes. Langkah ini dinilai sebagai upaya The Blues untuk memperkuat lini tengah sekaligus memberikan kompetisi sehat bagi Cole Palmer yang musim lalu dianggap tampil di bawah standar.
Menurut laporan dari Football FanCast, pelatih Chelsea, Xabi Alonso, secara pribadi memimpin upaya untuk mendatangkan Gibbs-White. Keinginan ini muncul di tengah kabar bahwa Enzo Fernandez, gelandang asal Argentina, berpotensi hengkang pada jendela transfer yang sama. Jika Fernandez pergi, Chelsea membutuhkan sosok playmaker serba bisa yang mampu mengisi kekosongan tersebut, dan Gibbs-White dinilai sebagai kandidat ideal.
Gibbs-White bukan nama asing di Premier League. Musim lalu, ia mencatatkan 15 gol dan 4 assist, menjadikannya pencetak gol Inggris tertinggi kedua setelah Ollie Watkins. Angka tersebut melampaui rekrutan anyar Chelsea, Morgan Rogers, yang hanya mencetak 10 gol di liga. Tak hanya produktif, Gibbs-White juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan, dengan rata-rata 5,3 duel sukses per pertandingan pada musim 2023/24 saat Nottingham Forest bermain lebih pragmatis di bawah Nuno Espรญrito Santo.
Kemiripan Gibbs-White dengan Bruno Fernandes bukan sekadar opini. Seorang pemandu bakat ternama bahkan menyebutnya sebagai pemain yang paling mirip dengan kapten Manchester United tersebut. Gaya bermainnya yang agresif, kreatif, dan mampu bermain di berbagai posisi lini tengah menjadikannya aset berharga. Namun, Nottingham Forest dipastikan enggan melepas pemain kunci mereka dengan mudah, terutama setelah mereka baru saja meraup dana segar sebesar 116 juta poundsterling dari penjualan Elliot Anderson.
Bagi Chelsea, mendatangkan Gibbs-White bukan sekadar menambah kedalaman skuad, melainkan juga memberikan tekanan positif bagi Cole Palmer. Palmer, yang musim lalu kehilangan statusnya sebagai playmaker terbaik Premier League, diharapkan bisa kembali ke performa terbaiknya dengan adanya kompetisi internal. Seperti yang diungkapkan Morgan Rogers, "Kami memiliki kualitas yang berbeda," menegaskan bahwa setiap pemain memiliki peran unik dalam skema Alonso.
Di sisi lain, langkah Chelsea ini juga menjadi sinyal bahwa era baru di Stamford Bridge tengah dibangun. Setelah finis di peringkat kesepuluh musim lalu, Alonso membawa perubahan signifikan dalam pendekatan transfer. BlueCo, pemilik klub, kini lebih selektif dan terarah dalam membelanjakan uang, berbeda dengan strategi boros sebelumnya. Kehadiran Gibbs-White, jika terealisasi, akan menjadi pernyataan niat yang kuat untuk kembali bersaing di papan atas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Chelsea ini menarik untuk disimak, mengingat banyaknya penggemar Premier League di tanah air. Persaingan di lini tengah Chelsea akan semakin ketat, dan hal ini bisa berdampak pada performa tim secara keseluruhan. Apakah Gibbs-White akan menjadi kunci kebangkitan Chelsea, atau justru gagal beradaptasi seperti beberapa rekrutan mahal lainnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi ajang pembuktian bagi ambisi besar The Blues.



