Buru Penyerang Baru, Tottenham Bidik Mateta sebagai Alternatif Marmoush
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan tertarik merekrut Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace di tengah perburuan penyerang baru pada bursa transfer musim dingin.
- Mateta dinilai sebagai opsi lebih aman dibanding Omar Marmoush dan Savinho yang belum konsisten di Premier League, dengan torehan 42 gol dalam tiga musim terakhir.
- Kontrak Mateta yang tersisa hingga 2026 membuat Palace berpotensi melepasnya, membuka peluang bagi Spurs untuk mengamankan salah satu striker terbaik Eropa.

Tottenham Hotspur dikabarkan masih memburu tambahan amunisi di lini depan pada bursa transfer Januari ini, dengan nama penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, muncul sebagai target potensial. Langkah ini diambil di tengah rencana Spurs yang juga tengah memproses kedatangan Omar Marmoush dan Savinho dari Manchester City, namun performa kedua pemain tersebut yang belum konsisten di Inggris membuat manajemen klub mempertimbangkan opsi lain yang lebih terbukti.
Kabar ketertarikan Tottenham terhadap Mateta pertama kali diungkapkan oleh Football Insider. Menurut laporan tersebut, pihak Spurs siap mengajukan tawaran signifikan untuk mengamankan jasa pemain asal Prancis itu. Situasi kontrak Mateta yang akan berakhir pada 2026 menjadi faktor kunci yang bisa memaksa Palace melepas pemain andalannya, terutama setelah langkah transfernya ke AC Milan gagal pada Januari lalu.
Keputusan Tottenham untuk melirik Mateta tidak lepas dari kekhawatiran akan performa Marmoush dan Savinho yang belum mampu menunjukkan tajinya di Premier League. Marmoush, yang direkrut dari Eintracht Frankfurt, hanya mencetak tiga gol dalam 14 penampilan bersama Manchester City musim ini. Sementara Savinho, yang dibanderol dengan harga mencapai ยฃ85 juta, baru mengoleksi dua gol dalam dua musim di Etihad. Situasi ini membuat manajemen Spurs, yang dikabarkan menginginkan tiga penyerang baru, merasa perlu mendatangkan pemain yang lebih siap bersaing di liga paling kompetitif di dunia.
Mateta sendiri bukanlah nama asing di Premier League. Sejak bergabung dengan Crystal Palace pada 2021, penyerang berusia 29 tahun ini telah membuktikan diri sebagai salah satu striker paling produktif. Dalam tiga musim terakhir, ia konsisten mencetak minimal 12 gol per musim, dengan total 42 gol. Musim lalu, Mateta mencetak 12 gol hanya dalam 25 pertandingan sebagai starter, dengan rata-rata satu gol setiap 185 menit. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan Marmoush yang hanya mampu mencetak gol setiap 245 menit.
Pujian terhadap Mateta juga datang dari legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang menyebutnya sebagai "salah satu striker terbaik di Eropa". Penilaian tersebut tidak berlebihan mengingat sejak awal musim 2023/24, hanya lima pemain yang mampu mencetak lebih banyak gol di Premier League dibandingkan Mateta. Ketajamannya di depan gawang menjadi modal berharga bagi Tottenham yang saat ini kesulitan mencari penyelesaian akhir dari Dominic Solanke dan Richarlison.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan striker Tottenham ini menarik untuk disimak, mengingat banyaknya pemain Asia Tenggara yang kini merambah liga Eropa. Meski belum ada nama Indonesia yang dikaitkan langsung, kebijakan transfer klub-klub Premier League yang semakin selektif dalam memilih penyerang bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional. Klub-klub Indonesia perlu lebih jeli dalam merekrut pemain asing yang benar-benar siap bersaing, bukan hanya berdasarkan reputasi semata.
Di sisi lain, keputusan Tottenham untuk mempertimbangkan Mateta menunjukkan bahwa klub tidak ingin mengambil risiko besar dengan pemain yang belum terbukti di Inggris. Meski Marmoush dan Savinho memiliki potensi besar, adaptasi mereka di Premier League masih menjadi tanda tanya. Dengan mendatangkan Mateta, Spurs bisa mendapatkan striker yang sudah familiar dengan kerasnya persaingan liga, sekaligus memberikan persaingan sehat bagi Solanke dan Richarlison.
Namun, langkah ini bukannya tanpa tantangan. Crystal Palace tentu tidak akan mudah melepas pemain kuncinya, terutama di tengah musim. Selain itu, Tottenham juga harus bersaing dengan klub-klub lain yang mungkin tertarik untuk merekrut Mateta. Jika transfer ini terwujud, Spurs akan memiliki lini depan yang lebih tajam dan siap bersaing untuk mendapatkan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Pertanyaannya, apakah manajemen Tottenham berani mengambil keputusan besar ini di saat-saat terakhir bursa transfer?



