Ginter Perpanjang Kontrak di Freiburg, Setia pada Klub Masa Kecilnya
Baca dalam 60 detik
- Matthias Ginter resmi memperpanjang kontraknya bersama SC Freiburg, meski durasi kesepakatan baru tidak diungkap ke publik.
- Bek berusia 32 tahun itu kembali ke Freiburg pada 2022 setelah sempat membela Borussia Dortmund dan Borussia Mönchengladbach.
- Freiburg tengah membangun fondasi jangka panjang usai finis runner-up Europa League 2025/26, dengan Ginter sebagai pilar pertahanan utama.

SC Freiburg memastikan Matthias Ginter tetap menjadi bagian dari proyek jangka panjang mereka setelah bek berusia 32 tahun itu menandatangani perpanjangan kontrak. Durasi kesepakatan baru tidak dipublikasikan, tetapi manajemen klub dan pemain sama-sama menyatakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama yang telah berjalan sejak 2022.
Langkah ini menegaskan arah kebijakan Freiburg yang lebih memilih stabilitas ketimbang perombakan besar-besaran. Klub berjuluk Black Forest itu baru saja menuntaskan musim 2025/26 dengan capaian bersejarah: melaju hingga final UEFA Europa League, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up. Pencapaian tersebut menjadi fondasi yang ingin dijaga, dan Ginter dianggap sebagai salah satu penopang utamanya.
Ginter bukan sosok asing di Breisgau. Ia memulai debut Bundesliga pada Januari 2012 saat masih berusia 18 tahun di bawah asuhan Christian Streich. Setelah sempat meninggalkan klub untuk memperkuat Borussia Dortmund dan Borussia Mönchengladbach pada periode 2014–2017, ia kembali ke Freiburg pada Juli 2022. Sepanjang dua periode tersebut, ia telah mengoleksi 255 penampilan kompetitif di semua ajang, menjadikannya salah satu bek paling berpengalaman di Bundesliga.
Dari sisi manajemen, keputusan memperpanjang kontrak Ginter mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas dan konsistensinya. Jochen Saier, chief sporting officer Freiburg, menyebut Ginter sebagai figur sentral di tim. Menurut Saier, bek timnas Jerman itu tetap memiliki ambisi dan motivasi tinggi meski sudah menapaki karier profesional lebih dari satu dekade.
"Matze adalah tokoh kunci dalam tim kami. Kualitas dan konsistensi penampilannya sangat mengesankan, dan ia berperan penting dalam perkembangan tim," ujar Saier.
Ginter sendiri mengungkapkan keterikatan emosionalnya dengan Freiburg. Ia mengenang masa kecilnya saat masih berdiri di tribun anak-anak Dreisamstadion. Baginya, perkembangan klub sejak saat itu terbilang luar biasa, dan ia ingin terus menjadi bagian dari proses tersebut.
"Freiburg telah menjadi bagian besar dalam hidup saya sejak kecil. Perkembangan klub ini luar biasa. Kami ingin terus membangun apa yang sudah kami capai dan mendorong diri kami lebih jauh," kata Ginter.
Bagi Freiburg, mempertahankan pemain senior seperti Ginter bukan sekadar soal kualitas di lapangan. Kehadirannya memberi stabilitas di ruang ganti dan menjadi jembatan antara generasi muda dengan para pemain berpengalaman. Dalam sepak bola modern yang sering kali terjebak dalam siklus transfer jangka pendek, langkah Freiburg ini menjadi pengecualian yang menarik.
Dari perspektif kompetisi, kontrak baru Ginter juga memberi kejelasan bagi lini belakang Freiburg menjelang jadwal padat. Setelah jeda internasional, mereka akan menjamu Schalke yang baru promosi pada 11 Oktober, lalu menghadapi Jablonec dari Republik Ceko di UEFA Conference League pada 15 Oktober. Dua laga tersebut menjadi ujian awal bagi konsistensi skuad asuhan pelatih saat ini.
Pertanyaannya, apakah Freiburg mampu mengubah status runner-up Europa League menjadi trofi nyata musim ini? Dengan mempertahankan pemain seperti Ginter, mereka setidaknya telah memastikan bahwa fondasi untuk bersaing di level domestik dan Eropa tetap utuh.



