JDT Ukir Sejarah: 109 Laga Tak Terkalahkan, Rekor Dunia Baru Liga Malaysia
Baca dalam 60 detik
- Johor Darul Ta'zim (JDT) mencetak rekor dunia dengan 109 pertandingan liga tanpa kekalahan, melampaui rekor ASEC Mimosas.
- Kemenangan 3-0 atas Kuching City di Charity Shield menjadi awal musim yang sempurna bagi JDT, yang juga menargetkan gelar ke-13 berturut-turut.
- Rekor ini menegaskan dominasi JDT di Asia Tenggara, namun tantangan terbesar adalah mempertahankan konsistensi di tengah tekanan kompetisi yang semakin ketat.

Johor Darul Ta'zim (JDT) kembali mencatatkan namanya dalam buku rekor sepak bola dunia. Klub asal Malaysia itu resmi memecahkan rekor 109 pertandingan liga tanpa kekalahan setelah menaklukkan Kuching City dengan skor telak 3-0 dalam laga Charity Shield di Stadion Sultan Ibrahim, Jumat (21/8). Rekor ini melampaui torehan ASEC Mimosas dari Pantai Gading yang bertahan sejak 1989 hingga 1994.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Bagi JDT, ini adalah buah dari konsistensi luar biasa yang dibangun sejak April 2021. Dalam empat musim terakhir Liga Super Malaysia, tim berjulukan Harimau Selatan itu nyaris sempurnaโhanya sekali kehilangan poin dalam setiap musim. Pelatih asal Spanyol, Xisco Munoz, menyebut pencapaian ini sebagai momen membanggakan dalam kariernya, sekaligus menegaskan target untuk memperpanjang rekor tersebut.
Di balik rekor ini, ada cerita tentang bagaimana JDT membangun dominasi yang jarang terjadi di kancah sepak bola Asia Tenggara. CEO klub, Luis Garcia, yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Liverpool, menggarisbawahi betapa sulitnya mempertahankan tren positif. Menurutnya, setiap lawan selalu memperlakukan pertandingan melawan JDT layaknya final, sehingga tekanan mental menjadi ujian terbesar.
Bagi Indonesia, pencapaian JDT menjadi cermin bagi klub-klub seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, atau Bali United. Dominasi JDT menunjukkan bahwa investasi jangka panjang dalam manajemen klub, pembinaan pemain, dan infrastruktur mampu menghasilkan prestasi yang berkelanjutan. Di tengah kompetisi yang semakin kompetitif, klub-klub Indonesia perlu belajar dari model pengelolaan yang diterapkan JDT, termasuk dalam hal profesionalisme dan strategi rekrutmen.
JDT juga menunjukkan ambisi besar dengan hasil imbang 3-3 melawan Chelsea dalam laga persahabatan pramusim. Meski hanya uji coba, hasil ini menegaskan bahwa level permainan JDT mampu bersaing dengan klub-klub Eropa. Namun, tantangan terbesar justru datang dari dalam negeri: menjaga motivasi pemain di tengah dominasi yang nyaris tanpa saingan.
Langkah berikutnya, JDT akan menghadapi Kelantan Red Warrior FC pada Rabu (26/8). Pertandingan ini menjadi ujian awal untuk memperpanjang rekor. Pertanyaannya, mampukah JDT mempertahankan konsistensi ini hingga akhir musim? Atau akankah ada tim yang mampu mematahkan dominasi mereka? Jawabannya akan menentukan apakah rekor ini akan bertahan lama atau hanya menjadi catatan sejarah sesaat.



