Vietnam Siap Ukir Sejarah: Pertahankan Gelar Piala AFF di Kandang Thailand
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Kim Sang-sik memastikan skuad Vietnam dalam kondisi prima jelang leg pertama final Piala AFF 2026 melawan Thailand di Bangkok.
- Kemenangan atas Thailand akan menjadikan Vietnam juara bertahan pertama dalam sejarah turnamen, setelah sukses pada 2008, 2018, dan 2024.
- Dengan dua pemain top mencetak masing-masing lima gol, Vietnam difavoritkan, namun Thailand yang bermain di kandang sendiri tetap menjadi ancaman serius.

Pelatih asal Korea Selatan, Kim Sang-sik, memberikan sinyal positif jelang laga leg pertama final Piala AFF 2026 yang mempertemukan Vietnam melawan Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8/2026). Tim berjuluk Bintang Emas itu mengincar sejarah baru: menjadi juara bertahan pertama yang sukses mempertahankan gelar, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sepanjang partisipasi mereka di turnamen regional ini.
Vietnam memang telah mengoleksi tiga gelar juara, yakni pada 2008, 2018, dan 2024. Namun, catatan mereka selalu terhenti di babak berikutnya setelah menjadi juara. Kini, dengan skuad yang dihuni sejumlah pemain naturalisasi berkualitas, peluang untuk memutus rentetan tersebut terbuka lebar. “Setelah memenangkan kejuaraan terakhir, kami kembali ke final. Ini adalah sejarah bagi sepak bola Vietnam dan saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini,” ujar Kim, yang juga menukangi Vietnam saat mengalahkan Thailand di final 2024.
Laga di Rajamangala sendiri menyimpan kenangan manis bagi Vietnam. Pada 2008, gol sundulan Lê Công Vinh di masa injury time memaksa Thailand bermain imbang 1-1, yang mengantar Vietnam meraih gelar perdana dengan agregat 3-2. Enam belas tahun kemudian, Kim membawa timnya menang 3-2 di stadion yang sama, memastikan agregat 5-3 dan gelar kedua mereka. Kini, ia berharap memori positif itu terulang kembali.
Kondisi fisik para pemain disebut dalam keadaan prima. Kim menegaskan, “Semua pemain bersiap dengan baik. Mereka dalam kondisi bagus. Kami punya pengalaman juara dan semuanya akan berjalan lancar.” Keyakinan serupa juga diungkapkan gelandang Đỗ Hoàng Hên, yang mengaku tim telah menjalani persiapan matang, termasuk pemusatan latihan di Korea Selatan. “Kami bekerja keras untuk momen ini. Kami siap dan harus tampil baik di leg pertama, lalu menyelesaikannya di kandang sendiri,” katanya.
Dari sisi statistik, lini serang Vietnam menjadi momok bagi Thailand. Nguyễn Xuân Son, top skor turnamen sebelumnya, dan Nguyễn Đình Bắc sama-sama mengoleksi lima gol, memuncaki daftar pencetak gol sementara. Keduanya juga menjadi kandidat kuat peraih gelar Pemain Terbaik turnamen yang akan diumumkan setelah leg kedua. Ketajaman mereka menjadi modal berharga, apalagi Vietnam melaju ke final setelah menumbangkan Malaysia dua kali dengan skor identik 2-0.
Bagi Thailand, laga ini bukan sekadar balas dendam atas kekalahan di final 2024. Sebagai tuan rumah leg pertama, mereka akan berusaha memanfaatkan dukungan publik untuk meraih keunggulan agregat. Namun, tekanan justru berada di pundak Thailand yang harus tampil sempurna di kandang sendiri, mengingat leg kedua akan berlangsung di markas Vietnam. Situasi ini membuat laga diprediksi berjalan ketat dan penuh strategi.
Menariknya, skuad Vietnam kali ini diperkuat sejumlah pemain naturalisasi asal Brasil, termasuk Đỗ Hoàng Hên yang baru memperoleh kewarganegaraan tahun lalu. Bagi Hên, turnamen ini sangat spesial karena menjadi ajang pertamanya membela Vietnam. “Saya sudah lama tinggal di negara ini, saya cinta Vietnam dan rakyatnya. Akan sangat istimewa jika bisa memberikan hadiah juara, apalagi leg kedua di depan pendukung sendiri,” tuturnya.
Bagi pengamat sepak bola Asia Tenggara, final ini menjadi ujian sejauh mana dominasi Vietnam dapat berlanjut. Keberhasilan mereka mempertahankan gelar akan menegaskan status sebagai kekuatan baru di kawasan, sekaligus memberi sinyal bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, bahwa konsistensi adalah kunci. Pertanyaannya, akankah Thailand mampu mematahkan hegemoni Vietnam, atau justru sejarah baru akan tercipta di Rajamangala?



