Lazio Alihkan Incaran ke Morata Usai Dieng Gagal Medical: Pinjaman dari Como Jadi Opsi
Baca dalam 60 detik
- Lazio mengincar Morata sebagai opsi pinjaman setelah kegagalan transfer Dieng dan penolakan Icardi.
- Keterbatasan finansial memaksa Lazio mencari striker dengan skema pinjaman tanpa kewajiban beli.
- Morata, yang kini 33 tahun, bisa menjadi solusi jangka pendek di bawah asuhan Gattuso.

Lazio kembali memutar haluan dalam perburuan penyerang anyar. Setelah gagal mengamankan Bamba Dieng yang kandas di tes medis dan ditolak Mauro Icardi, klub ibu kota Italia itu kini mengarahkan radar ke Alvaro Morata. Penyerang Spanyol berusia 33 tahun itu kabarnya bisa tiba dengan status pinjaman dari Como, menyusul pendekatan yang mulai dilakukan manajemen Biancocelesti.
Kebutuhan Lazio akan sosok juru gedor sejatinya sudah mendesak. Namun, kondisi keuangan klub tidak memungkinkan untuk menggelontorkan dana besar di bursa transfer. Alhasil, skema pinjaman menjadi jalan tengah yang paling realistis. Morata, yang pernah berseragam Real Madrid, Juventus, Chelsea, Atletico Madrid, Milan, dan Galatasaray, dinilai punya pengalaman yang cukup untuk mengisi lini depan yang tengah kehilangan ketajaman.
Menurut laporan Corriere dello Sport dan Sport Mediaset, pendekatan untuk Morata sudah dilakukan. Namun, negosiasi masih panjang. Como sendiri baru saja mempermanenkan Morata dari Galatasaray dengan nilai transfer sekitar 12 juta euro pada 2026. Kini, mereka harus memutuskan apakah akan melepas pemain yang sempat menjadi andalan di awal musim tersebut.
Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso, sejatinya lebih menginginkan Andrea Pinamonti dari Sassuolo. Namun, jalan untuk mendapatkan pemain 25 tahun itu terbilang rumit. Sassuolo hanya mau melepas Pinamonti jika ia meneken kontrak jangka pendek baru, lalu dipinjamkan dengan opsi beli di akhir musim. Lazio, yang tidak bisa berkomitmen untuk kewajiban membeli, terpaksa mencari alternatif lain.
Kegagalan transfer Dieng menjadi pelajaran berharga. Pemain asal Senegal itu gagal lolos tes medis karena cedera lutut yang kambuh. Padahal, ia berstatus bebas transfer dan sempat dianggap sebagai solusi murah. Penolakan Icardi juga menambah daftar kekecewaan, meski eks bintang Inter dan Galatasaray itu memang tidak pernah serius mempertimbangkan tawaran Lazio.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini menunjukkan betapa sempitnya ruang gerak Lazio di bursa transfer. Mereka harus pintar-pintar memanfaatkan peluang pinjaman atau pemain bebas transfer. Morata, dengan segudang pengalaman di liga top Eropa, bisa menjadi perekat di ruang ganti sekaligus mentor bagi pemain muda. Namun, usia yang tak lagi muda dan rekam jejak cedera menjadi pertimbangan tersendiri.
Di sisi lain, keputusan Como untuk melepas Morata juga menarik dicermati. Jika kesepakatan terwujud, Lazio akan mendapatkan striker dengan naluri gol yang terbukti di berbagai kompetisi. Namun, apakah Morata masih mampu tampil konsisten di level tertinggi? Itu pertanyaan yang akan terjawab seiring berjalannya musim.
Bagi publik Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh. Namun, pergerakan Lazio di bursa transfer selalu menarik diikuti, mengingat banyak pemain Indonesia yang bermimpi menembus Serie A. Selain itu, gaya bermain Gattuso yang agresif kerap menjadi tontonan menarik. Jika Morata benar-benar datang, lini serang Lazio akan punya dimensi baru yang patut dinantikan.
Ke depan, Lazio masih punya pekerjaan rumah untuk menyeimbangkan skuad. Selain striker, mereka juga perlu memperkuat lini tengah dan pertahanan. Dengan keterbatasan dana, kreativitas manajemen menjadi kunci. Apakah Morata akan menjadi jawaban atau justru menjadi petualangan singkat lainnya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.



