Paramount+ Hapus Uji Coba Gratis, Dua Celah Ini Masih Bisa Dimanfaatkan
Baca dalam 60 detik
- Paramount+ resmi menghentikan masa uji coba gratis, menyusul langkah serupa yang lebih dulu dilakukan Netflix, HBO Max, dan Peacock.
- Pelanggan masih bisa mengakses Paramount+ tanpa biaya lewat langganan melalui Prime Video atau paket streaming DirecTV.
- Kebijakan ini bertepatan dengan masuknya UFC ke Paramount+ dan makin ketatnya persaingan platform streaming global.

Paramount+ resmi menutup pintu uji coba gratis bagi pengguna baru, menjadikannya layanan terbaru yang mengikuti jejak Netflix, HBO Max, dan Peacock dalam memangkas akses tanpa biaya. Keputusan ini diumumkan beberapa pekan sebelum UFC memulai debutnya di platform tersebut, momen yang dianggap strategis karena Paramount+ kini menawarkan seluruh pertandingan UFC tanpa biaya pay-per-view tambahan.
Langkah ini bukan sekadar penyesuaian teknis. Bagi Paramount, menghapus uji coba gratis berarti mendorong calon pelanggan langsung berlangganan, terutama saat konten olahraga menjadi magnet utama. Selain UFC, platform ini juga menayangkan NFL di CBS, March Madness, dan Liga Champions UEFA. Deretan serial populer seperti Landman, Tulsa King, dan Star Trek: Strange New Worlds, serta film blockbuster semacam The Naked Gun dan Mission: Impossible, melengkapi daya tariknya.
Meski tanpa uji coba gratis, Paramount+ masih tergolong salah satu layanan streaming paling terjangkau. Tersedia dua paket: Essential dengan tarif US$8,99 per bulan atau US$89,99 per tahun, dan Premium seharga US$13,99 per bulan atau US$139,99 per tahun. Paket Premium menghilangkan iklan pada konten on-demand, membuka akses ke seluruh pustaka Showtime, memungkinkan unduhan untuk tontonan offline, dan menyiarkan kanal CBS lokal.
Kendati pintu uji coba resmi ditutup, sejumlah celah masih terbuka. Cara paling praktis adalah berlangganan Paramount+ Premium melalui akun Amazon Prime, yang saat ini memberikan masa percobaan tujuh hari. Alternatif lain, DirecTV menawarkan akses Paramount+ sebagai bagian dari paket Premier—satu paket lengkap berisi lebih dari 185 kanal siaran langsung, ESPN, Hulu/Disney+, Starz, dan HBO Max dengan biaya US$174,99 per bulan. Seperti semua paket DirecTV, pelanggan bisa memanfaatkan uji coba lima hari untuk menikmati Paramount+ tanpa biaya.
"Menghapus uji coba gratis adalah strategi umum untuk menekan churn dan mendorong konversi langsung, terutama ketika platform memiliki konten eksklusif seperti UFC," ujar seorang analis industri streaming yang tidak ingin disebutkan namanya.
Bagi pasar Indonesia, tren ini patut dicermati. Layanan streaming global yang beroperasi di Tanah Air—seperti Netflix, Disney+, dan Prime Video—kerap menyesuaikan kebijakan uji coba gratis mengikuti pasar induknya. Jika Paramount+ suatu saat masuk secara resmi atau menggandeng mitra lokal, kemungkinan besar skema uji coba gratis juga tidak akan disediakan. Konsumen Indonesia yang terbiasa mencoba sebelum berlangganan perlu bersiap dengan model bisnis yang lebih kaku, sementara operator lokal seperti Vidio dan Viu bisa memanfaatkan celah ini sebagai pembeda.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah uji coba gratis akan kembali, melainkan seberapa agresif platform streaming mengunci pelanggan lewat konten eksklusif dan paket bundling. Jika Paramount+ terus memperkuat portofolio olahraganya, konsumen mungkin akan menerima absennya uji coba sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari persaingan yang makin sengit.



