Krisis Menanti di San Siro: Pemilik Milan Akan Duduk Bersama Leao di Tengah Spekulasi Galatasaray
Baca dalam 60 detik
- Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dijadwalkan bertemu langsung dengan Rafael Leao untuk membahas masa depannya, hanya dua hari menjelang laga pembuka musim.
- Klub siap melepas Leao dengan banderol sekitar โฌ50 juta, namun Galatasaray menjadi satu-satunya klub yang mengajukan tawaran resmi senilai โฌ40 juta.
- Situasi ini menegaskan ketidakpastian skuad Milan di bawah pelatih baru Ruben Amorim, dengan beberapa pemain kunci juga berpotensi hengkang.

Hanya dua hari menjelang laga pembuka Serie A melawan Torino, pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dijadwalkan hadir di Milanello untuk bertemu dengan para pemain dan staf. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi panggung bagi pembicaraan krusial mengenai masa depan Rafael Leao, yang namanya santer dikaitkan dengan Galatasaray.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Cardinale akan menggelar sesi tatap muka secara individual, termasuk dengan Leao dan pelatih anyar Ruben Amorim. Fokus utama diskusi adalah kebutuhan tim di bursa transfer yang akan ditutup pada 1 September. Kehadiran pemilik klub di tengah momen krusial ini mengirim sinyal kuat bahwa manajemen ingin memastikan kesolidan tim sebelum musim dimulai.
Di balik itu, isu transfer Leao menjadi sorotan. Milan dikabarkan siap melepas pemain sayap asal Portugal tersebut dengan banderol sekitar โฌ50 juta. Namun, hingga saat ini, hanya Galatasaray yang secara resmi mengajukan tawaran senilai โฌ40 juta. Selisih harga yang cukup tipis ini menjadi celah negosiasi yang menarik, terlebih kontrak Leao di San Siro masih terikat hingga Juni 2028.
Yang lebih menarik, Leao bukanlah jaminan starter di bawah arahan Amorim musim ini. Sejak awal musim panas, baik pihak klub maupun pemain telah mengakui adanya kemungkinan perpisahan. Namun, hingga kini, belum ada tawaran yang benar-benar menarik bagi Leao. Situasi ini menempatkan pemain berusia 27 tahun itu dalam posisi yang tidak nyaman, di tengah ambisi klub untuk merombak skuad.
Selain Leao, Milan juga tengah berupaya melepas sejumlah pemain lain, seperti Fikayo Tomori yang diminati Aston Villa, serta Youssouf Fofana dan Christopher Nkunku. Langkah ini menunjukkan adanya perombakan besar-besaran dalam skuad, yang bisa menjadi angin segar atau justru badai di tengah persiapan musim.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti. Bagaimana tidak, Leao adalah salah satu pemain bintang yang kerap menjadi idola, dan pergerakannya di bursa transfer selalu menjadi sorotan. Keputusan Milan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah klub di musim 2026-27, sekaligus menjadi barometer ambisi mereka di kancah Eropa.
Dengan pertemuan yang dijadwalkan hari ini, publik menantikan kejelasan nasib Leao. Apakah ia akan bertahan dan berjuang merebut tempat di starting XI, atau justru memilih petualangan baru di Turki? Keputusan ini tidak hanya berdampak pada karier Leao, tetapi juga pada strategi jangka panjang Milan di bawah kepemilikan Cardinale.



