Tiket Glastonbury 2027 Ludes dalam 42 Menit, Perburuan Headliner Makin Panas
Baca dalam 60 detik
- Tiket Glastonbury 2027 terjual habis hanya dalam 42 menit setelah dibuka pada Minggu pagi, menandakan antusiasme luar biasa setelah setahun jeda.
- Penyelenggara mengonfirmasi tiga headliner sudah dikunci, namun Oasis dan Madonna dipastikan tidak tampil, sementara Lily Allen disebut-sebut diundang.
- Resale tiket akan dibuka musim semi 2027, memberi harapan terakhir bagi penggemar yang gagal mendapat tiket.

Antusiasme terhadap Glastonbury Festival 2027 meledak dalam waktu kurang dari satu jam. Tiket untuk edisi yang akan digelar di Worthy Farm itu habis terjual hanya dalam 42 menit setelah penjualan dibuka pada Minggu (4/10/2026) pukul 09.00 waktu setempat. Pihak penyelenggara mengumumkan sold out melalui media sosial tak lama setelah pukul 09.40, mengonfirmasi bahwa permintaan jauh melampaui pasokan.
Dalam pernyataannya, Glastonbury menyampaikan terima kasih kepada pembeli yang berhasil dan meminta maaf kepada mereka yang kehabisan tiket. Mereka juga mengumumkan akan ada penjualan ulang untuk tiket yang dibatalkan atau dikembalikan pada musim semi 2027. Keputusan ini menjadi angin segar bagi calon penonton yang belum beruntung, meski peluangnya tetap ketat mengingat skala permintaan yang terlihat.
Penyelenggara festival, Emily Eavis, sebelumnya telah memastikan bahwa ketiga slot headliner untuk edisi 2027 sudah terisi. Ia membantah rumor yang menyebut Madonna akan tampil, dan menegaskan bahwa hampir semua kabar yang beredar di publik tidak akurat. "Kami sudah punya tiga headliner dan kami sangat bersemangat. Semuanya berjalan sangat baik," ujarnya dalam wawancara dengan BBC Radio 4.
Nama-nama besar yang santer dibicarakan justru menuai penolakan. Eavis menegaskan bahwa Oasis, yang akan menjalani tur reunion pada 2027, tidak akan tampil di Pyramid Stage. Menanggapi pertanyaan warganet, ia menulis, "Maaf Jimmy, bukan kali ini." Pernyataan ini memupus spekulasi yang sempat menguat setelah kembalinya band asal Manchester tersebut ke panggung.
Di sisi lain, Lily Allen dikabarkan telah diundang secara resmi oleh Eavis untuk tampil di Glastonbury tahun depan. Sumber yang dikutip The Sun menyebut bahwa Eavis mengagumi Lily sebagai salah satu musisi terbaik Inggris. Undangan itu datang setelah kesuksesan album "West End Girl" pada 2025. Jika jadwal memungkinkan, Lily diprediksi akan menerima tawaran tersebut, mengingat sejarah panjangnya dengan festival ini.
"Kami sudah mendapatkan headliner kami dan terus melaju. Kami tidak sabar untuk kembali." โ Emily Eavis, penyelenggara Glastonbury
Bagi industri musik global, fenomena sold out dalam hitungan menit ini menegaskan posisi Glastonbury sebagai salah satu festival paling berpengaruh. Setelah absen pada 2026 karena tahun jeda, kembalinya festival ini seolah melepas dahaga pasar. Lonjakan permintaan juga mencerminkan pola konsumsi tiket yang makin didominasi pembelian daring cepat, di mana bot dan pembeli simultan bersaing memperebutkan kursi terbatas.
Dampaknya terasa hingga ke Indonesia, meski secara geografis jauh. Penggemar musik Tanah Air yang biasa terbang ke Inggris untuk menyaksikan langsung kini harus bersiap dengan biaya akomodasi dan tiket pesawat yang cenderung naik menjelang musim panas. Fenomena ini juga menjadi cermin bagi penyelenggara festival domestik: antusiasme pasar terhadap acara musik berskala besar masih sangat tinggi, asalkan kurasi dan pengalaman yang ditawarkan sepadan.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada pengumuman resmi tiga headliner yang masih dirahasiakan. Apakah mereka akan sebesar nama-nama yang selama ini dirumorkan, atau justru kejutan di luar dugaan? Yang jelas, dengan tiket yang sudah ludes, Glastonbury 2027 telah lebih dulu memenangkan pertarungan perhatian sebelum panggung utama dinyalakan.



