Tottenham dan Bayang-Bayang Dembele: Akankah Luca Williams-Barnett Jadi Jawabannya?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur masih mencari sosok pengganti Mousa Dembele yang meninggalkan klub pada 2019, dengan investasi besar di lini tengah belum membuahkan hasil.
- Luca Williams-Barnett, gelandang muda berusia 17 tahun, menunjukkan potensi sebagai penerus Dembele setelah penampilan impresif di pramusim, terutama saat melawan MK Dons.
- Manajer Roberto De Zerbi dihadapkan pada tekanan untuk segera memberikan kesempatan kepada Williams-Barnett, mengingat lini tengah Spurs yang masih belum solid.

Tottenham Hotspur hingga kini belum menemukan pengganti sepadan untuk Mousa Dembele, yang hengkang pada 2019. Nama Luca Williams-Barnett, gelandang muda berusia 17 tahun, muncul sebagai kandidat potensial untuk mengisi kekosongan itu.
Sejak kepergian Dembele, lini tengah Spurs kerap kehilangan daya gedor dan fluiditas. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk mendatangkan Tanguy Ndombele, namun tak membuahkan hasil. Bahkan, investasi besar untuk Sandro Tonali dan Mateus Fernandes pada musim 2025/26 belum mampu mengembalikan kejayaan lini tengah seperti era Dembele.
Williams-Barnett mencuri perhatian lewat aksi impresifnya di pramusim. Melawan MK Dons, ia tampil sebagai gelandang bertahan dan mencatatkan 91% umpan sukses, menciptakan tiga peluang, serta melepaskan enam dribel. Penampilan itu mengingatkan pada gaya Dembele yang lincah dan sulit dihentikan.
Dembele dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan kemampuan dribel luar biasa. Kyle Walker pernah menyebutnya sebagai "dribeler terbaik yang pernah saya lihat," sementara Eric Dier menggambarkannya sebagai "monster dengan kaki balerina." Statistik pun mendukung: pada musim 2016/17, hanya enam pemain di Liga Primer yang menyelesaikan lebih banyak dribel darinya, dan tidak ada gelandang tengah yang melampaui catatannya.
"Williams-Barnett adalah pesepak bola yang luar biasa," ujar Mikey Moore, rekan setimnya di akademi. Ben Davies menambahkan, "Dia pemain top dengan masa depan cerah."
Meski baru tampil dua kali di tim senior, potensi Williams-Barnett sudah terlihat. Ia disebut sebagai jawaban Tottenham atas Max Dowman, talenta muda Arsenal. Namun, Roberto De Zerbi belum memberikan menit bermain reguler, meski lini tengah Spurs masih bermasalah. Rodrigo Bentancur tampil mengesankan, tetapi ketergantungan pada satu pemain menjadi alarm bagi manajemen.
Jika Williams-Barnett terus dipinggirkan, Tottenham berisiko kehilangan momentum mengembangkan talenta sendiri. Sebaliknya, memberinya kesempatan bisa menjadi langkah awal menemukan kembali sosok Dembele yang telah lama hilang. Akankah De Zerbi berani mengambil keputusan itu?



