Amri/Nita Balas Dendam ke Juara All England, Tembus Perempat Final Debut di Kejuaraan Dunia
Baca dalam 60 detik
- Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengejutkan dunia dengan menyingkirkan juara All England 2026 di babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF.
- Kemenangan straight game 21-5, 21-18 ini membalas kekalahan mereka di Taiwan Open 2025 dan menandai kebangkitan sektor ganda campuran Indonesia di panggung global.
- Langkah ke perempat final ini menjadi modal berharga bagi pasangan debutan untuk terus melaju dan mengukuhkan dominasi Indonesia di turnamen bulu tangkis bergengsi.

Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, mencatatkan kemenangan mengejutkan pada penampilan perdana mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Bertanding di New Delhi, India, Kamis (20/8), pasangan non-unggulan ini berhasil menumbangkan unggulan kesembilan asal Taiwan, Ye Hong Wei dan Nicole Gonzales Chan, yang notabene juara All England 2026. Kemenangan dua gim langsung 21-5, 21-18 ini mengantarkan mereka ke babak perempat final sekaligus membalas kekalahan telak di Taiwan Open 2025.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil kebetulan. Amri/Nita tampil dengan strategi matang sejak awal. Mereka secara konsisten menekan lawan dan menghindari bola-bola angkat yang menjadi santapan empuk bagi Ye yang dikenal memiliki pukulan atas mematikan. Hasilnya, gim pertama menjadi milik mereka dengan skor telak 21-5, menunjukkan dominasi yang nyaris sempurna.
Namun, gim kedua menyajikan drama tersendiri. Sempat unggul jauh, Amri/Nita kehilangan fokus dan membiarkan lawan meraih sepuluh poin beruntun. Perubahan variasi servis dari Nicole serta permainan lawan yang semakin lepas membuat pasangan Taiwan itu menemukan kembali ritme dan memangkas jarak. Amri mengakui kelengahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi mereka.
"Kami sempat kehilangan sepuluh poin berturut-turut dan itu harus dievaluasi. Mereka mengubah variasi servis dan mulai bermain lebih lepas, sedangkan kami terlambat mengantisipasinya sehingga kepercayaan diri mereka kembali tumbuh," ujar Amri dalam keterangan resmi PBSI. Meski demikian, pasangan Indonesia mampu menghentikan kebangkitan lawan dan mengunci kemenangan 21-18.
Kemenangan ini terasa istimewa karena tahun lalu di Taiwan Open 2025, Amri/Nita harus mengakui keunggulan pasangan yang sama dengan skor 16-21, 16-21. Nita menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang besar bagi mereka, terutama karena lawan yang dikalahkan adalah juara All England. "Tahun lalu kami kalah dari mereka, jadi kemenangan kali ini tentu menambah kepercayaan diri. Kami bisa membalas kekalahan dari pasangan dengan kualitas yang sudah terbukti sebagai juara All England," katanya.
Keberhasilan Amri/Nita menembus perempat final menjadi angin segar bagi sektor ganda campuran Indonesia yang kerap dianggap kurang menonjol dibandingkan sektor lain. Prestasi ini juga mempertegas bahwa regenerasi pemain bulu tangkis Indonesia berjalan baik. Di tengah persaingan ketat dari negara-negara seperti China, Korea, dan Taiwan, kemenangan ini memberikan sinyal positif bahwa Indonesia masih punya stok pemain muda berbakat yang siap bersaing di level tertinggi.
Bagi penggemar bulu tangkis di tanah air, pencapaian ini tentu membanggakan. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana pasangan ini menjaga konsistensi dan tidak cepat berpuas diri. Amri sendiri menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. "Alhamdulillah kami bisa mencapai perempat final pada Kejuaraan Dunia pertama. Sekarang kami akan mempelajari kelebihan dan kekurangan calon lawan, kemudian berdiskusi dengan pelatih untuk menyiapkan strategi," ungkapnya.
Langkah Amri/Nita di perempat final akan menjadi ujian sebenarnya. Mereka akan berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih berpengalaman dan memiliki reputasi mentereng. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan performa impresif ini dan terus melaju hingga babak final? Jika berhasil, bukan tidak mungkin nama Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah akan semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru ganda campuran dunia. Semua akan terjawab dalam laga-laga berikutnya.



