Arsenal Nekat Beli Bek Lagi Meski Punya 7 Defender: Ini Alasan di Balik Keputusan Arteta
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan sepakat memboyong Ezri Konsa dari Aston Villa senilai £51 juta, menambah deretan bek senior yang sudah berjumlah tujuh pemain.
- Keputusan ini dipicu badai cedera yang melanda lini belakang, terutama Saliba dan Timber yang dipastikan absen di awal musim.
- Langkah ini menunjukkan ambisi Arsenal untuk bersaing di semua kompetisi, dengan total belanja musim panas yang bisa menembus £150 juta.

Arsenal dikabarkan akan segera mengamankan tanda tangan bek tengah timnas Inggris, Ezri Konsa, dari Aston Villa dengan nilai transfer sekitar £51 juta. Langkah ini terbilang mengejutkan karena The Gunners tercatat sudah memiliki tujuh pemain bertahan senior di skuad mereka. Namun, keputusan ini bukan tanpa alasan—badai cedera yang melanda lini belakang membuat manajer Mikel Arteta bergerak cepat untuk memastikan kedalaman skuad tetap terjaga.
Musim lalu, Arsenal tampil perkasa dengan hanya kebobolan 27 gol di Premier League, berkat duet solid William Saliba dan Gabriel Magalhaes. Namun, Saliba harus menepi dalam waktu lama akibat masalah punggung yang juga memaksanya pulang lebih awal dari Piala Dunia. Sementara itu, bek kanan andalan Jurrien Timber juga mengalami cedera pangkal paha dan dipastikan absen pada pekan-pekan awal musim. Kondisi ini membuat Ben White menjadi satu-satunya bek kanan murni yang fit, dengan Cristhian Mosquera sebagai satu-satunya bek tengah kanan yang siap mendampingi Gabriel.
Arteta dikenal tidak nyaman jika harus memasang dua pemain berkaki kidal di posisi bek tengah. Situasi ini bisa terjadi jika White cedera dan Mosquera harus bergeser ke kanan. Dengan kehadiran Konsa yang beroperasi dengan kaki kanan, Arteta mendapatkan fleksibilitas taktis yang ia butuhkan. Selain itu, Konsa bukan pemain sembarangan—ia merupakan starter reguler di timnas Inggris pada Piala Dunia lalu dan memiliki statistik impresif di Premier League, termasuk akurasi umpan 95% dan tingkat keberhasilan duel darat 73,1%, yang menempatkannya di puncak klasemen untuk kategori tersebut.
Keputusan Arsenal untuk menggelontorkan dana besar di lini belakang juga mencerminkan ambisi mereka untuk tampil kompetitif di semua ajang. Musim lalu, Arsenal menjalani 63 pertandingan di semua kompetisi, termasuk mencapai final Liga Champions dan Piala Carabao. Beban fisik yang berat membuat skuad rentan cedera, dan Arteta ingin menghindari kejadian serupa dengan menambah opsi berkualitas. Sebelum memutuskan Konsa, Arsenal sempat mempertimbangkan Jarell Quansah dari Bayer Leverkusen, namun akhirnya memilih pemain berusia 28 tahun yang dinilai lebih matang dan berpengalaman.
Di sisi lain, keputusan ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana nasib Konsa ketika Saliba dan Gabriel kembali fit? Arteta tampaknya tidak ambil pusing. Ia justru menekankan pentingnya rotasi dan kedalaman skuad. "Kami perlu memahami apa yang terjadi di musim sebelumnya, catatan cedera pemain, dan fleksibilitas mereka," ujarnya. "Saya yakin kami akan mencapai jumlah yang tepat untuk memiliki persaingan yang sehat dan kerja sama tim yang baik."
Arsenal juga tengah gencar meningkatkan pendapatan klub di luar lapangan. CEO Richard Garlick menyatakan bahwa menjadi bagian dari klub super dunia adalah target utama. Klub sedang menjajaki ekspansi stadion dan mencari cara untuk bersaing dengan raksasa Eropa. Dengan belanja yang sudah melebihi £100 juta untuk Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis, kedatangan Konsa akan mendorong total pengeluaran musim panas ini menjadi lebih dari £150 juta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menjadi sinyal bahwa klub-klub elite Eropa tidak ragu mengeluarkan dana besar untuk membangun skuad yang dalam. Ini juga menjadi pelajaran bahwa manajemen cedera dan rotasi adalah kunci sukses di kompetisi yang padat. Apakah langkah ini akan membawa Arsenal mempertahankan gelar? Atau justru menjadi bumerang karena terlalu banyak pemain? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Arteta tidak mau mengambil risiko kehilangan trofi karena kurangnya opsi di lini belakang.



