Bayern Munich Rilis Jersey Ketiga Ungu untuk Liga Champions, Debut di Supercup Beckenbauer
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich memperkenalkan kostum tandang ketiga bernuansa ungu untuk musim 2026/27, yang akan dipakai di ajang Liga Champions.
- Desain jersey ini memuat elemen visual yang merujuk pada empat momen bersejarah klub, termasuk gol Arjen Robben di final 2013 dan penyelamatan penalti Oliver Kahn.
- Kostum baru tersebut akan pertama kali dikenakan saat Bayern bertandang ke Dortmund dalam Franz Beckenbauer Supercup pada 22 Agustus.

Bayern Munich resmi meluncurkan jersey ketiga mereka untuk musim 2026/27, sebuah seragam bernuansa ungu yang dirancang khusus untuk kancah Liga Champions. Kostum anyar ini akan pertama kali dikenakan dalam laga tandang melawan Borussia Dortmund pada ajang Franz Beckenbauer Supercup, Sabtu (22/8) mendatang. Langkah ini sekaligus menjadi penanda awal musim bagi raksasa Bundesliga tersebut, dengan sentuhan historis yang melekat pada setiap detail desainnya.
Jersey tersebut tidak sekadar tampil mencolok secara visual, tetapi juga sarat makna. Pihak klub mengonfirmasi bahwa motif pada seragam ini terinspirasi dari empat momen emas yang membentuk identitas Bayern di pentas Eropa dan domestik. Keempatnya mencakup kejayaan Franz Beckenbauer sebagai ikon sepak bola Eropa, gol kemenangan Arjen Robben di final Liga Champions 2013, penyelamatan penalti legendaris Oliver Kahn di Milan pada 2001, serta tendangan bebas dramatis Patrik Andersson yang memastikan gelar Bundesliga di tahun yang sama.
Pemilihan warna ungu sendiri tergolong berani, mengingat Bayern selama ini identik dengan warna merah dan putih. Namun, langkah ini dinilai sebagai upaya klub untuk memperluas daya tarik komersial sekaligus memberikan pengalaman baru bagi para pendukung. Menurut pengamat apparel olahraga, tren jersey ketiga yang eksperimental memang semakin marak di kalangan klub-klub elite Eropa, tidak hanya sebagai perlengkapan teknis tetapi juga sebagai instrumen pemasaran global.
Bagi penggemar di Indonesia, perilisan jersey ini tentu menjadi kabar yang dinantikan. Basis penggemar Bayern di Tanah Air tergolong besar, dan biasanya jersey edisi khusus seperti ini cepat habis di pasaran. Ketersediaan produk di toko daring resmi klub menjadi peluang bagi kolektor untuk mendapatkan seragam tersebut sebelum kehabisan. Namun, perlu dicatat bahwa harga jersey asli kerap lebih tinggi dibandingkan produk replika, sehingga calon pembeli perlu mempertimbangkan anggaran.
Debut jersey ini di Supercup Beckenbauer menambah daya tarik tersendiri. Turnamen tersebut merupakan ajang yang relatif baru, menggantikan DFL-Supercup, dan dinamai untuk menghormati legenda Franz Beckenbauer yang wafat pada Januari 2024. Dengan demikian, pemakaian jersey yang menampilkan elemen sejarah Beckenbauer pada laga perdananya menjadi simbolisme yang kuat, seolah menghidupkan kembali semangat sang Kaisar di tengah rivalitas klasik melawan Dortmund.
Dari sisi strategi, peluncuran jersey ketiga ini juga menjadi bagian dari persiapan Bayern menghadapi musim baru. Selain aspek komersial, seragam ini diharapkan memberikan identitas baru bagi tim saat berlaga di kompetisi Eropa. Mengingat Bayern selalu menjadi kandidat kuat juara Liga Champions, jersey ini berpotensi menjadi saksi perjalanan panjang mereka menuju final. Pertanyaannya, akankah warna ungu ini membawa keberuntungan seperti warna merah yang sudah identik dengan kesuksesan klub? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: para penggemar sudah tidak sabar melihat tim kesayangannya berlaga dengan gaya baru.



