Oliver Glasner dan Misi Mencari Penerus Mateta di Nottingham Forest: Liam Delap Jadi Kandidat Utama
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest membidik Liam Delap dari Chelsea sebagai striker utama anyar di bawah arahan Oliver Glasner.
- Glasner dikenal mampu mengorbitkan penyerang seperti Jean-Philippe Mateta, dan Delap dinilai cocok dengan skema 3-4-2-1.
- Kesepakatan senilai £40 juta berpotensi menjadi salah satu transfer terbaik musim panas jika Delap mampu meniru jejak Mateta.

Kedatangan Oliver Glasner ke Nottingham Forest langsung memicu gelombang optimisme di kalangan pendukung. Pelatih asal Austria itu tak butuh waktu lama untuk menunjukkan pengaruhnya, dengan skema 3-4-2-1 yang mulai terlihat jelas dalam beberapa laga pramusim. Namun, di balik antusiasme tersebut, terdapat pekerjaan rumah besar: menemukan striker haus gol yang mampu menjadi tulang punggung lini depan, sebagaimana Jean-Philippe Mateta di Crystal Palace.
Glasner, yang sukses mengorbitkan Mateta menjadi mesin gol di Selhurst Park, kini dihadapkan pada tantangan serupa di City Ground. Chris Wood dan Igor Jesus telah menunjukkan ketajaman, namun keduanya belum sepenuhnya memenuhi kriteria striker ideal dalam filosofi Glasner yang membutuhkan kombinasi klinis dan fisik. Situasi ini membuka peluang bagi nama-nama baru untuk masuk, dan salah satu yang paling santer dikabarkan adalah Liam Delap, pemain muda Chelsea yang tengah mencari menit bermain reguler.
Menurut jurnalis Simon Phillips, Forest telah melakukan pendekatan kepada Delap dan bersiap memulai negosiasi antarklub dengan Chelsea. Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen The Reds dalam membangun skuad impian Glasner. Namun, harga yang dipatok tidaklah murah—sekitar £40 juta—angka yang membuat sebagian pendukung mungkin ragu. Meski begitu, jika melihat rekam jejak Delap, investasi ini bisa jadi sangat menguntungkan.
Delap, yang sempat memukau bersama Ipswich Town dengan 12 gol di Premier League, menawarkan profil yang menarik. Akurasi tembakan ke gawang mencapai 47% dan rata-rata 1,2 tembakan tepat sasaran per 90 menit—lebih baik dari Wood dan Jesus musim lalu. Kemampuan dribelnya juga impresif, dengan 1,4 dribel sukses per 90 menit, menempatkannya di atas 88% pemain lain di liga. Kecepatan dan keberaniannya membawa bola menjadi dimensi baru yang selama ini kurang dimiliki Forest.
Selain kemampuan teknis, Delap juga memiliki fisik yang dibutuhkan Glasner. Kemenangan 58% dalam duel darat membuktikan ia tak mudah dijatuhkan, kualitas yang krusial dalam sistem yang mengandalkan striker sebagai titik tumpu. Jika ia mampu beradaptasi dengan cepat, bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak Mateta yang berkembang pesat di bawah bimbingan Glasner.
“Dengan skema yang tepat, Delap bisa menjadi penerus Mateta di Nottingham Forest,” ujar analis sepak bola Inggris, James Turner, dalam wawancaranya dengan Football FanCast.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Forest ini menarik untuk disimak. Bagaimana tidak, Premier League selalu menjadi barometer bagi para pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kehadiran pemain seperti Delap yang masih muda dan haus pembuktian bisa menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia yang bercita-cita menembus liga top Eropa. Selain itu, transfer ini juga menunjukkan bahwa klub-klub Inggris berani berinvestasi besar pada pemain muda, sebuah pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional.
Meski demikian, masih ada tanda tanya besar: akankah Delap mampu memenuhi ekspektasi setinggi itu? Tekanan di klub sebesar Forest dengan sejarah dan basis penggemar yang fanatik bukanlah hal mudah. Namun, dengan bimbingan Glasner yang terbukti mampu mengangkat performa pemain, peluang itu terbuka lebar. Apakah ini akan menjadi salah satu transfer terbaik musim panas? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: lini depan Forest musim depan akan jauh lebih menarik untuk disaksikan.



