Leeds Siap Gebrak Premier League: Rekrut Kiper Rp900 M, Incar Penerus Raphinha
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengamankan kiper masa depan Timnas Inggris, James Trafford, dengan rekor transfer klub senilai ยฃ45 juta.
- Formasi tiga bek diyakini menjadi kunci kebangkitan Leeds, dengan lini tengah Ampadu-Stach sebagai motor permainan.
- Igor Paixao, winger Brasil berusia 26 tahun, menjadi target utama untuk mengisi peran ala Raphinha di sayap kanan.

Leeds United memasuki musim 2026/27 dengan modal percaya diri setelah sukses bertahan di Premier League musim lalu. Klub asuhan Daniel Farke itu kini berani bermimpi lebih: menembus papan atas. Ambisi tersebut diwujudkan dengan belanja besar di bursa transfer, termasuk memecahkan rekor klub untuk mendatangkan kiper James Trafford dari Manchester City senilai ยฃ45 juta atau sekitar Rp900 miliar.
Kedatangan Trafford, yang disebut-sebut sebagai calon nomor satu Inggris di masa depan, menjadi sinyal kuat bahwa Leeds tidak hanya berniat bertahan. Investasi sebesar itu menunjukkan keseriusan pemilik anyar, 49ers Enterprises, yang memberikan kepercayaan penuh kepada Farke untuk membangun skuad kompetitif. Namun, pergerakan Leeds tidak selalu mulus. Kepergian bek andalan Pascal Struijk ke Brighton & Hove Albion dengan nilai ยฃ20 juta sempat menjadi pukulan, meski dana tersebut langsung digunakan untuk merekrut bek muda berbakat, Tarik Muharemovic, dari Sassuolo dengan banderol ยฃ34 juta.
Muharemovic, yang langsung mencuri perhatian dengan gol salto di laga pramusim melawan FC Augsburg, diproyeksikan menjadi bagian dari trio bek tengah bersama Joe Rodon dan Jaka Bijol. Keputusan Farke beralih ke formasi tiga bek dengan wing-back menjadi titik balik permainan Leeds. Sistem ini menuntut energi ekstra dari para pemain sayap, dan Jayden Bogle di sisi kanan serta Gabriel Gudmundsson di kiri diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut. Gudmundsson, yang dibeli seharga ยฃ10 juta musim panas lalu, masih diragukan tampil di laga pembuka karena cedera, tetapi dipastikan menjadi pilihan utama jika fit.
Di lini tengah, duet kapten Ethan Ampadu dan Anton Stach menjadi fondasi yang sulit digoyahkan. Ampadu bertugas sebagai penghancur serangan lawan di depan lini belakang, sementara Stach diberi kebebasan untuk maju membantu serangan. Kombinasi ini menjadi kunci keseimbangan tim. Sementara itu, di lini depan, Farke mengandalkan tiga pemain di belakang penyerang tengah. Brenden Aaronson yang musim lalu sering menjadi starter, kini terancam kehilangan tempat. Kehadiran Harry Wilson yang bergabung gratis dari Fulham memberikan opsi baru. Wilson, yang mencetak 10 gol musim lalu, diharapkan membawa pengalaman dan kualitas untuk membawa Leeds ke level berikutnya.
Nama Igor Paixao menjadi sorotan utama. Winger Brasil berusia 26 tahun itu dikaitkan dengan Leeds dan sering dibandingkan dengan Raphinha, bintang Brasil yang pernah bersinar di Elland Road. Gaya bermainnya yang lincah, kreatif, dan tajam diharapkan mampu mengulang kesuksesan pendahulunya. Namun, Leeds harus bersedia membayar ยฃ35 juta untuk menebusnya dari klubnya. Pertanyaannya, apakah Paixao tertarik pindah ke Yorkshire? Meski belum ada kepastian, pihak klub dikabarkan akan berusaha keras mengamankan tanda tangannya sebelum bursa tutup.
Di lini depan, Dominic Calvert-Lewin menjadi ujung tombak utama setelah mencetak 14 gol di musim pertamanya. Penyerang Inggris yang sempat dianggap sebagai pembelian spekulatif itu kini menjadi salah satu nama pertama di daftar susunan pemain Farke. Dengan tambahan Paixao, lini serang Leeds akan semakin menakutkan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan Leeds ini menarik untuk dicermati. Keberanian klub-klub Premier League seperti Leeds dalam membelanjakan uang besar menunjukkan betapa kompetitifnya liga tersebut. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia bahwa investasi pada pemain muda dan pelatih berkualitas adalah kunci untuk bersaing di level tertinggi. Selain itu, ketertarikan Leeds pada pemain Brasil seperti Paixao mengingatkan kita pada fenomena pemain-pemain Amerika Selatan yang sukses di Inggris, yang bisa menjadi inspirasi bagi para pemain muda Indonesia untuk bermimpi menembus liga top Eropa.
Dengan sisa waktu bursa transfer yang semakin sempit, Leeds masih memiliki pekerjaan rumah untuk mewujudkan skuad impian. Akankah Paixao menjadi 'Raphinha baru' di Elland Road? Atau akankah Farke mempertahankan skema yang ada? Satu hal yang pasti, ambisi Leeds untuk menjadi penghuni tetap papan atas Premier League tidak bisa dianggap remeh.



