Messi Cetak Gol Perdana Usai Kepergian Sang Ayah, Inter Miami Hentikan Tren Buruk
Baca dalam 60 detik
- Megabintang Inter Miami, Lionel Messi, akhirnya memecah kebuntuan dengan mencetak gol pertamanya sejak ayahnya, Jorge, meninggal dunia pada 8 Agustus lalu.
- Gol tersebut tidak hanya mengakhiri puasa gol Messi, tetapi juga menghentikan laju tiga kekalahan beruntun Inter Miami di MLS.
- Dengan 13 gol musim ini, Messi kembali menempel ketat pemuncak daftar pencetak gol terbanyak, menambah persaingan ketat menuju Sepatu Emas MLS.

Lionel Messi akhirnya kembali merasakan manisnya gol setelah melalui masa duka yang mendalam. Pada laga Inter Miami melawan Philadelphia Union, Rabu (19/8) waktu setempat, megabintang asal Argentina itu mencetak gol pertamanya sejak sang ayah, Jorge Messi, berpulang pada 8 Agustus lalu. Gol tersebut lahir di menit ke-26 dan menjadi penanda bahwa Messi mulai bangkit dari keterpurukan emosional.
Jorge Messi, yang juga berperan sebagai agen lama Lionel, meninggal dunia di Rosario, Argentina, dalam usia 68 tahun. Kepergian sosok yang selama ini menjadi pilar karier Messi tentu menjadi pukulan berat. Pekan lalu, Messi bahkan mengaku bingung bagaimana harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sang ayah. Namun, di tengah duka yang masih menyelimuti, Messi menunjukkan profesionalisme dan ketangguhan mental yang luar biasa di lapangan hijau.
Dalam laga yang berlangsung di Subaru Park, Pennsylvania, Messi tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berkontribusi pada gol pertama timnya. Pada malam yang panas dan lembap, ia berhasil melepaskan diri dari penjagaan lawan dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper Philadelphia. Gol itu sempat membawa Inter Miami unggul 2-1 di babak pertama, sebelum akhirnya harus puas berbagi angka 2-2.
Hasil imbang ini tentu menjadi angin segar bagi Inter Miami yang sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun. Sebagai juara bertahan MLS Cup, performa tim sempat menurun, dan kehadiran Messi yang kembali produktif menjadi sinyal positif. Gol ini juga menjadi gol ke-13 Messi di musim ini, hanya terpaut satu gol dari penyerang Dallas, Petar Musa, dalam perburuan Sepatu Emas MLSโgelar yang berhasil ia raih musim lalu.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa bahkan legenda sebesar Messi pun tidak kebal terhadap ujian hidup. Namun, ketangguhan yang ia tunjukkan bisa menjadi inspirasi, terutama bagi para atlet muda yang sedang menghadapi tekanan. Di sisi lain, performa Messi yang kembali moncer juga berdampak pada daya tarik MLS secara global, termasuk meningkatnya minat penonton dari Asia Tenggara yang selama ini mengikuti perkembangan kariernya.
Messi sendiri masih menjadi kapten timnas Argentina, yang baru saja tampil di final Piala Dunia tahun ini dan harus mengakui keunggulan Spanyol. Meski demikian, fokusnya kini tertuju pada sisa musim MLS bersama Inter Miami. Pertanyaannya, akankah Messi mampu menyamai atau bahkan melampaui jumlah gol Petar Musa dan merebut kembali Sepatu Emas? Atau justru ia akan lebih banyak berbagi peran untuk membawa timnya meraih gelar lagi? Semua akan terjawab dalam laga-laga berikutnya.



