Harry Kane Meredup: Gatal Pulang ke Premier League Kini Sirna, Bayern Jadi Rumah Baru
Baca dalam 60 detik
- Kapten Inggris itu mengaku hasratnya untuk kembali ke Liga Primer dan mengejar rekor gol Alan Shearer mulai memudar setelah tiga musim di Bayern Munich.
- Dengan 98 gol di semua kompetisi bersama Bayern, Kane menilai Vincent Kompany telah membawanya ke level performa terbaik dalam kariernya.
- Kontraknya di Bayern memasuki tahun terakhir dan negosiasi perpanjangan akan segera dimulai, mengisyaratkan masa depannya tetap di Jerman.

Harry Kane, kapten timnas Inggris, secara terbuka mengakui bahwa keinginannya untuk kembali ke Premier League dan memecahkan rekor gol sepanjang masa Alan Shearer kini tidak sekuat dulu. Striker 31 tahun itu, yang telah mencetak 98 gol liga dalam tiga musim bersama Bayern Munich, menegaskan bahwa dirinya merasa betah di Jerman dan fokus penuh pada klubnya saat ini.
Kane pindah dari Tottenham Hotspur ke Bayern Munich pada 2023 dengan nilai transfer mencapai 86,4 juta poundsterling. Selama berseragam Spurs, ia mengoleksi 213 gol di kasta tertinggi Inggris, hanya berjarak 47 gol dari rekor Shearer yang bertengger di angka 260. Namun, setelah meraih Sepatu Emas Bundesliga pekan ini, Kane mengungkapkan perubahan besar dalam pandangannya.
"Saat pertama kali pergi, saya pasti berpikir akan kembali. Tetapi sekarang, rasa gatal itu tidak sebesar dulu," ujar Kane dalam wawancara yang dikutip BBC. "Saya sangat bahagia di Munich. Ini membuka mata saya terhadap dunia sepak bola yang berbeda di luar Inggris, dan membuat saya lebih menghargai sepak bola Eropa."
Kane juga menyoroti peran penting manajer Vincent Kompany dalam peningkatan performanya. Musim lalu, ia mencetak 61 gol dalam 51 penampilan, membawa Bayern meraih double winner. "Sejak pelatih datang, dia membawa permainan saya ke level lain. Ini berkat gaya bermain, cara kami menyerang dan bertahan, serta kebebasan yang diberikan kepada pemain untuk menerima bola lebih dalam atau tiba-tiba masuk ke kotak penalti," jelasnya.
Kane mengaku bahwa pengalaman bermain di luar Inggris telah mengubah perspektifnya. "Saya pikir ini versi terbaik dari diri saya," tegasnya. "Musim lalu berbicara sendiri, tidak diragukan lagi musim terbaik dalam karier saya." Ia juga membandingkan kebebasan bermain yang ia dapatkan di Bayern dengan masa-masa di Tottenham, terutama saat dilatih Jose Mourinho, ketika ia memiliki hubungan baik dengan Son Heung-min.
Keputusan Kane untuk bertahan di Bayern memiliki implikasi besar bagi persaingan di Premier League. Klub-klub Inggris seperti Manchester United atau Chelsea yang mungkin membutuhkan striker kelas dunia harus mengalihkan pandangan ke target lain. Di sisi lain, bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Liga Inggris, kepergian Kane ke Jerman berarti mereka tidak akan lagi menyaksikan aksinya di Premier League dalam waktu dekat.
Dengan kontrak yang memasuki tahun terakhir, Bayern Munich dikabarkan akan segera memulai negosiasi perpanjangan kontrak. Kane sendiri menegaskan, "Never say never, tetapi untuk saat ini saya fokus pada Bayern Munich dan kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan." Pertanyaannya, akankah Kane mengakhiri kariernya di Jerman, atau adakah godaan lain yang mampu mengubah keputusannya?



