Microsoft Rilis Disc to Digital Licensing: Koleksi Game Fisik Xbox Kini Bisa Jadi Digital
Baca dalam 60 detik
- Microsoft resmi mengaktifkan fitur Disc to Digital Licensing untuk Xbox One dan Xbox Series X, memungkinkan gamer mengonversi disk game fisik menjadi lisensi digital.
- Lisensi terikat pada disk sehingga tidak bisa disalahgunakan, namun tidak semua judul game eligible dan disk generasi lama tidak didukung.
- Fitur ini berpotensi mengubah lanskap distribusi game di Indonesia, terutama bagi kolektor fisik yang ingin beralih ke digital tanpa kehilangan akses.

Microsoft secara resmi meluncurkan fitur Disc to Digital Licensing untuk konsol Xbox One dan Xbox Series X. Fitur ini memungkinkan pemilik game fisik mengubah lisensi disk menjadi digital, sehingga mereka dapat memainkan game tanpa harus memasukkan disk ke drive. Langkah ini menjawab kebutuhan gamer yang ingin beralih ke format digital tanpa kehilangan koleksi fisik yang sudah dimiliki.
Prosesnya terbilang sederhana: cukup masukkan disk game ke drive dan jalankan judulnya. Pada penggunaan pertama, akan muncul popup yang menjelaskan cara kerja fitur ini. Setelah menekan "Got It", pengguna dapat keluar dari game, mengeluarkan disk, dan menjalankannya kembali tanpa media fisik. Untuk penggunaan selanjutnya, notifikasi "Digital License Unlocked" akan muncul di bagian bawah layar, menandakan lisensi digital telah aktif. Pengguna juga dapat mengklaim lisensi secara massal dengan menonaktifkan opsi "Play disc automatically", menyorot thumbnail game di dasbor, dan menekan tombol Menu pada controller.
Meski terlihat mengguntungkan, ada sejumlah batasan yang perlu dicermati. Microsoft menegaskan bahwa tidak semua disk game Xbox One atau Xbox Series X memenuhi syarat untuk fitur ini. Beberapa judul yang dilaporkan gagal dikonversi antara lain Fallout 4, Outriders, Sandland, dan Sekiro: Shadows Die Twice. Selain itu, disk dari generasi Xbox orisinal dan Xbox 360 tidak dapat digunakan, termasuk edisi Game of the Year yang memiliki label Xbox One. Microsoft juga menyatakan bahwa kelayakan game dapat berubah seiring waktu, sehingga bisa saja game yang sebelumnya tidak didukung menjadi didukung, atau sebaliknya.
"Tidak semua disk game Xbox One atau Xbox Series X memenuhi syarat untuk disc to digital licensing," demikian pernyataan Microsoft di halaman resminya.
Dari sisi keamanan, sistem ini dirancang untuk mencegah penyalahgunaan. Lisensi digital terikat pada disk yang digunakan. Jika seseorang meminjamkan disk kepada orang lain dan orang tersebut mengklaim lisensinya, maka lisensi akan berpindah ke akun orang tersebut, dan pemilik asli kehilangan akses digital. Karena itu, pengguna disarankan tetap menyimpan disk asli dan menjaga akun tetap dalam status baik. Kebijakan ini sekaligus menutup celah pembelian disk, klaim lisensi, lalu mengembalikan disk untuk mendapatkan refund.
Bagi gamer di Indonesia, fitur ini menawarkan fleksibilitas lebih. Kolektor game fisik yang selama ini enggan beralih ke digital karena takut kehilangan nilai investasi kini memiliki opsi untuk mendigitalkan koleksi mereka. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua judul populer di Indonesia mungkin eligible. Selain itu, harga game digital di Indonesia seringkali lebih mahal dibandingkan disk fisik yang dijual di pasar loak atau toko retail. Fitur ini bisa menjadi jembatan bagi mereka yang ingin menikmati kemudahan digital tanpa harus membeli ulang game yang sudah dimiliki.
Ke depannya, kebijakan Microsoft mengenai kelayakan game akan sangat menentukan adopsi fitur ini. Jika semakin banyak judul yang didukung, Disc to Digital Licensing dapat mempercepat transisi industri game menuju distribusi digital penuh. Namun, jika pembatasan terus diberlakukan, gamer mungkin akan tetap setia pada format fisik. Pertanyaannya, akankah Microsoft memperluas cakupan fitur ini ke lebih banyak judul, atau justru membatasi demi melindungi penjualan digital? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi langkah ini jelas menandai babak baru dalam evolusi konsumsi game.



