Podium Sprint MotoGP Jepang: Moreira Sebut Keberuntungan, Honda Tetap Waspada
Baca dalam 60 detik
- Diogo Moreira finis keempat di sprint Motegi namun naik podium usai penalti Jorge Martin dan Enea Bastianini.
- Pembalap Brasil itu menegaskan hasil tersebut bukan cerminan performa sesungguhnya, terutama karena insiden lap pertama dan ban medium yang menantang pada balapan utama.
- Marc Marquez memuji bakat Moreira dan menyoroti dampak pengurangan poin Martin dalam perebutan gelar.

Pembalap Honda, Diogo Moreira, meraih podium pertamanya di kelas premier MotoGP pada sprint race Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi, Sabtu (5/10/2024). Meski demikian, ia enggan menganggap hasil tersebut sebagai indikasi peningkatan performa Honda untuk balapan utama hari Minggu.
Moreira sebenarnya melintasi garis finis di posisi keempat, tetapi naik ke peringkat kedua setelah Jorge Martin (Pramac Ducati) dan Enea Bastianini (Ducati Lenovo) mendapat penalti karena melanggar batas lintasan di tikungan terakhir. Podium itu menjadi capaian terbaiknya musim ini, melampaui hasil di Hungariaโfinis ketujuh di sprint dan keenam di grand prix.
Meski demikian, pembalap asal Brasil itu menegaskan bahwa podium tersebut sarat keberuntungan. Ia menyebut insiden kecelakaan di tikungan ketiga pada lap pertama yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk Alex Marquez, telah membuka jalan baginya untuk bersaing di kelompok depan. "Itu bukan hasil yang sesungguhnya bagi kami," ujar Moreira kepada media. "Hari ini saya mendapatkan keberuntungan karena kecelakaan di tikungan tiga, lalu saya berusaha mengejar kelompok depan dan menemukan ritme."
Moreira juga menyoroti perbedaan karakter ban yang akan digunakan pada balapan utama. Jika sprint race didominasi ban soft, balapan Minggu kemungkinan besar akan memakai ban medium yang menurutnya kurang nyaman. "Pace hari ini bagus, tapi besok dengan ban medium akan berbeda. Seperti yang saya bilang, ini bukan hasil nyata. Besok kami akan berjuang untuk posisi delapan atau enam besar," tambahnya.
Sementara Moreira tetap membumi, pembalap senior Marc Marquez melontarkan pujian. "Diogo adalah salah satu pembalap paling berbakat yang pernah saya lihat. Dia bisa mengendarai berbagai tipe motor. Saya sangat senang untuknya, dan senang bisa berada di sana saat podium sprint pertamanya," kata Marquez usai memenangi sprint. Ia juga bercanda bahwa posisi Moreira di antara dirinya dan Martin telah membantu memangkas keunggulan Martin di klasemen.
Podium Moreira menjadi angin segar bagi Honda di hadapan publik sendiri, namun tim tetap perlu mewaspadai tantangan ban medium. Performa di sprint seringkali tidak berkorelasi langsung dengan balapan utama, terutama bagi Honda yang tengah berjuang bangkit. Lebih dari itu, hasil ini bisa menjadi motivasi tambahan, tetapi juga ujian konsistensi.
Balapan utama Grand Prix Jepang akan menjadi pembuktian apakah Honda mampu mengonversi keberuntungan menjadi performa solid. Mampukah Moreira membuktikan bahwa podium sprint bukan sekadar kebetulan? Kita tunggu aksinya di Motegi.



