Antonelli Kaget Dapat Promosi ke P3: 'Oh, Ternyata Saya Start Ketiga!'
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli semula mengira akan start keempat di GP Bahrain, namun penalti grid Isack Hadjar mengubah posisinya menjadi ketiga.
- Reaksi spontan pembalap Mercedes itu saat menyadari posisi barunya menjadi momen menarik seusai kualifikasi yang menegangkan.
- Meski mengakui Red Bull masih unggul dalam pace balapan, Antonelli tetap optimistis bisa bersaing memperebutkan kemenangan.

Kimi Antonelli harus menerima kenyataan pahit usai sesi kualifikasi GP Bahrain. Pembalap Mercedes itu merasa performanya tidak maksimal, tertinggal setengah detik dari Max Verstappen yang merebut pole position. Ia pun bersiap menerima posisi start keempat. Namun, takdir berkata lain: penalti grid untuk Isack Hadjar membuatnya naik satu peringkat ke posisi ketiga. Momen ketika ia menyadari hal itu menjadi sorotan tersendiri.
Dalam wawancara bersama Formula 1 setelah sesi, Antonelli tampak murung. Bahasa tubuhnya menunjukkan kekecewaan setelah sesi kualifikasi yang sulit. Pewawancara, Lawrence Barretto, kemudian menyebut bahwa ia tetap akan start dari posisi yang solid: P3. Antonelli pun bereaksi sebelum otaknya mencerna sepenuhnya. "Ya, maksud saya... yah, pasti... Oh tunggu, saya start P3 besok?" ujarnya, yang langsung disambut senyum lebar. Barretto mengonfirmasi bahwa penalti Hadjar yang menguntungkannya. "Oh! Oh, itu tidak terlalu buruk!" sahut Antonelli dengan nada ceria.
Penalti grid Hadjar berasal dari penggunaan mesin pembakaran internal ketujuhnya musim ini. Bagi Antonelli, promosi ini menjadi kabar baik setelah ia sempat kesulitan di kualifikasi GP Azerbaijan dan mengalami kecelakaan di Q1. Meski demikian, finis kelima setelah start dari posisi 16 tetap merupakan hasil yang memuaskan.
Menghadapi balapan Minggu, Antonelli menyadari bahwa pace balapan akan menjadi faktor penentu. "Saya pikir balapan seperti ini membuat pace balapan jadi lebih penting," ujarnya. "Saya masih percaya Red Bull punya keunggulan dalam hal pace dan Ferrari sangat dekat. Tapi kami akan melakukan yang terbaik. Posisi di lintasan akan sangat penting dan kami akan mencoba mengelola ban sebaik mungkin. Jika bisa bertarung untuk menang, bagus. Jika harus puas dengan P2 atau P3, kami akan menerimanya."
Bagi Mercedes, hasil kualifikasi ini menjadi angin segar di tengah persaingan ketat. Tim asal Brackley itu terus berupaya mengembangkan mobil dan strategi untuk menyaingi Red Bull dan Ferrari. Performa Antonelli di musim keduanya menunjukkan potensi besar, meski masih ada celah yang perlu diperbaiki.
Di sisi lain, penalti Hadjar menjadi pengingat akan pentingnya manajemen komponen mesin. Aturan Formula 1 membatasi jumlah penggunaan elemen power unit per musim, dan pelanggaran berujung pada penalti grid. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi tim-tim lain dalam mengatur alokasi mesin.
Dengan start dari posisi ketiga, Antonelli memiliki peluang untuk meraih hasil maksimal. Namun, ia tidak mau terbebani target berlebihan. Fokusnya adalah memaksimalkan setiap lap dan memanfaatkan setiap kesempatan. Balapan GP Bahrain akan menjadi ujian bagi konsistensi dan kemampuan manajemen bannya.
Apakah promosi ke P3 ini akan menjadi titik balik bagi Antonelli dan Mercedes di musim ini? Kita tunggu aksinya di lintasan Sakhir.



