Kiper Muda Cagliari Selamat dari Tenggelam, Dokter: Respons Cepat Kunci Hidupnya
Baca dalam 60 detik
- Pemain depan Cagliari, Yael Trepy, keluar dari koma dan bernapas mandiri setelah insiden nyaris tenggelam di kolam renang pribadi.
- Tim medis menilai kecepatan pertolongan dalam lima menit menjadi faktor penentu keselamatan pemain berusia 20 tahun itu.
- Klub dan dokter masih memantau kondisinya, sementara kembalinya Trepy ke lapangan belum dapat dipastikan.

Yael Trepy, penyerang muda Cagliari, akhirnya bisa bernapas tanpa bantuan oksigen setelah sempat kritis akibat nyaris tenggelam di kolam renang. Insiden yang terjadi di Porto Cervo, Sardinia, itu mengejutkan banyak pihak, mengingat hanya dua hari sebelumnya ia tampil penuh di laga Coppa Italia.
Kejadian bermula saat Trepy berenang di kolam pribadi sebuah vila. Ia kesulitan di area yang dalam dan sempat menghirup banyak air sebelum akhirnya ditarik keluar. Tim medis yang tiba kurang dari lima menit kemudian langsung memberikan pertolongan pertama, lalu memindahkannya ke rumah sakit SS Annunziata di Sassari dengan helikopter. Di sana, ia ditempatkan dalam koma buatan untuk membantu mengeluarkan cairan dari paru-parunya.
Direktur Unit Perawatan Intensif rumah sakit tersebut, Stefania Milia, mengungkapkan bahwa respons cepat menjadi pembeda antara hidup dan mati. "Pertolongan yang cepat sangat menentukan," ujarnya dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa Trepy tidak menunjukkan defisit neurologis yang jelas, tetapi tetap membutuhkan observasi ketat.
Kabar baik datang ketika Trepy mulai sadar dan bahkan sempat bercanda dengan dokter. "Dia mengoreksi saya karena saya salah mengucapkan namanya," kata Milia. Momen itu menjadi tanda bahwa fungsi kognitifnya perlahan pulih.
Presiden Cagliari, Tommaso Giulini, juga memberikan apresiasi kepada tim medis. Lewat akun media sosialnya, ia menekankan bahwa kecepatan dan kompetensi para penolong adalah contoh luar biasa. "Jika terlambat sedikit saja, situasinya bisa jauh lebih buruk," tulisnya. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa krusialnya kesiapan darurat dalam insiden seperti ini.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kasus Trepy menjadi pengingat akan risiko di luar lapangan yang kerap terabaikan. Pemain muda sering kali berada dalam sorotan, tetapi keselamatan pribadi mereka sama pentingnya dengan performa di atas rumput. Cagliari sendiri kini dihadapkan pada ketidakpastian: kapan Trepy bisa kembali memperkuat tim? Yang jelas, prioritas utama adalah pemulihan total sang pemain.
Di Indonesia, insiden ini relevan dengan kesadaran akan pentingnya pelatihan pertolongan pertama, terutama di lingkungan olahraga. Klub-klub dan akademi sepak bola di Tanah Air bisa mengambil pelajaran bahwa respons cepat dan fasilitas medis yang memadai dapat menyelamatkan nyawa. Apakah sudah ada standar serupa yang diterapkan di kompetisi kita? Pertanyaan ini layak direnungkan oleh para pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Trepy bergabung dengan akademi Cagliari pada Januari 2023 dan mulai menembus tim utama musim ini. Kariernya yang baru dimulai nyaris terhenti, tetapi berkat kerja cepat tim medis, ia masih punya kesempatan untuk melanjutkan mimpi di dunia sepak bola. Publik pun menanti kabar selanjutnya tentang kondisinya, dengan harapan ia bisa pulih sepenuhnya dan kembali menghiasi lapangan hijau.



