Supercup Klassiker: Dortmund Andalkan Skuad Muda Hadapi Bayern
Baca dalam 60 detik
- Dortmund akan menurunkan sejumlah pemain muda di lini belakang dan depan karena cedera pemain kunci.
- Kemenangan atas Bayern di Supercup bisa menjadi modal berharga bagi Dortmund untuk bersaing di Bundesliga musim ini.
- Pertandingan ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan pemain baru seperti Karetsas dan Gadou di panggung besar.

Borussia Dortmund bersiap mengukir pernyataan awal musim saat menjamu juara Bundesliga, Bayern Munich, dalam Franz Beckenbauer Supercup di Signal Iduna Park akhir pekan ini. Pelatih Niko Kovač dihadapkan pada sejumlah dilema komposisi pemain, terutama di lini belakang yang ditinggal dua pilar utamanya, Nico Schlotterbeck dan Emre Can.
Absennya Schlotterbeck dan Can memaksa Kovač merotasi lini pertahanan. Bek tengah Waldemar Anton diprediksi menjadi jangkar, ditemani remaja asal Prancis, Joane Gadou, dan Ramy Bensebaini. Gadou, yang direkrut dari Salzburg pada musim panas ini, telah mencuri perhatian di pramusim, termasuk mencetak gol kala Dortmund menaklukkan Arsenal 3-2. Kehadirannya diharapkan mampu menambal lubang yang ditinggalkan Schlotterbeck.
Di lini tengah, duet Felix Nmecha dan Jobe Bellingham dipercaya kembali menjadi motor permainan. Namun, kehadiran Joey Veerman, rekrutan anyar, memberikan opsi tambahan bagi Kovač. Sementara di lini depan, sorotan tertuju pada Konstantinos Karetsas, pemain muda Belgia-Yunani yang baru bergabung dari Genk. Penampilannya yang impresif di pramusim, termasuk gol spektakuler ke gawang Arsenal, membuatnya diprediksi mengisi satu slot penyerang di belakang striker utama.
Keputusan Kovač untuk memainkan pemain muda seperti Gadou dan Karetsas di laga sebesar Supercup menunjukkan keberaniannya dalam melakukan regenerasi. Namun, langkah ini juga berisiko, mengingat pengalaman mereka di pentas sebesar ini masih terbatas. Di sisi lain, Bayern dengan skuad bertabur bintang seperti Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Díaz jelas menjadi ujian berat bagi pertahanan Dortmund yang belum solid.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menjadi barometer kekuatan dua raksasa Bundesliga. Selain itu, performa pemain muda seperti Karetsas dan Gadou bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Tanah Air yang bercita-cita menembus kompetisi Eropa. Pertanyaan besarnya, akankah keberanian Kovač memainkan pemain muda membuahkan hasil manis, atau justru menjadi bumerang bagi Dortmund?
Laga Supercup ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pelatih anyar Bayern, Vincent Kompany. Setelah menggantikan Thomas Tuchel, Kompany dituntut untuk segera memberikan trofi pertamanya. Kemenangan atas Dortmund tentu akan menjadi modal berharga bagi kepercayaan diri timnya di awal musim. Sebaliknya, bagi Kovač, hasil positif melawan Bayern akan meredam kritik dan memperkuat posisinya di kursi pelatih.
Dengan segala dinamika yang ada, Supercup edisi kali ini diprediksi berjalan sengit. Dortmund yang bermain di kandang sendiri tentu tidak ingin mengecewakan suporter. Namun, kualitas individu pemain Bayern bisa menjadi pembeda. Akankah keberanian Kovač memainkan pemain muda membawa Dortmund meraih trofi pertamanya musim ini, atau justru Bayern yang akan keluar sebagai pemenang?



