Fortini Jadi Rebutan Torino dan Hull City, Fiorentina Pasang Harga €10 Juta
Baca dalam 60 detik
- Bek sayap muda Fiorentina, Niccolò Fortini, tengah mempertimbangkan dua tawaran serupa dari Torino dan Hull City, masing-masing senilai sekitar €10 juta dengan skema pinjaman plus opsi beli.
- Fiorentina menolak tawaran awal Torino sebesar €5 juta dan mematok harga minimal €8 juta plus bonus €2 juta, sementara Fortini lebih memilih bertahan di Serie A.
- Kesepakatan ini bergantung pada perpanjangan kontrak Fortini yang berlaku hingga 2027 dan langkah Roma membeli Alessio Cacciamani dari Torino untuk membuka ruang di skuad.

Bek sayap muda Fiorentina, Niccolò Fortini, tengah berada di persimpangan karier. Klub asal Serie A itu menerima dua tawaran yang hampir identik untuk pemain berusia 20 tahun tersebut, masing-masing datang dari Torino dan Hull City. Kedua klub siap menebus Fortini dengan total sekitar €10 juta, termasuk bonus, melalui skema pinjaman dengan opsi pembelian permanen.
Kabar ini diungkapkan oleh pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, dan Matteo Moretto, kolega Fabrizio Romano. Menurut mereka, kedua proposal itu dinilai memenuhi permintaan Fiorentina, yang sejak awal memasang harga tinggi untuk pemain jebolan akademi mereka. Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi: Fortini harus memperpanjang kontraknya yang baru berakhir pada Juni 2027 sebelum hengkang.
Fortini merupakan produk asli akademi La Viola. Ia menghabiskan musim lalu dipinjamkan ke Juve Stabia, di mana ia tampil impresif. Kemampuannya bermain di kedua sisi pertahanan membuatnya menjadi aset berharga, baik untuk skuad utama Fiorentina maupun klub peminat. Namun, keputusan untuk pindah tidaklah mudah, mengingat ia masih terikat kontrak jangka panjang.
Menurut Pedullà, tawaran awal Torino senilai €5 juta sempat ditolak beberapa bulan lalu. Fiorentina bersikeras meminta minimal €8 juta plus €2 juta dalam bentuk bonus. Angka ini yang kemudian menjadi patokan dalam negosiasi terbaru. Dengan skema pinjaman dan opsi beli, beban finansial bagi klub pembeli menjadi lebih ringan, sementara Fiorentina tetap bisa mengamankan nilai transfer yang diinginkan.
Menariknya, Fortini dikabarkan tidak terlalu yakin dengan tawaran dari luar negeri, yang diyakini berasal dari Hull City. Ia lebih memilih bertahan di Serie A untuk terus mengembangkan kariernya di kompetisi yang sudah ia kenal. Sikap ini bisa menjadi faktor penentu dalam negosiasi, terutama jika Torino mampu memenuhi syarat yang diajukan Fiorentina.
Di sisi lain, Torino masih terganjal oleh situasi internal. Mereka harus menunggu keputusan Roma terkait pembelian Alessio Cacciamani, pemain timnas Italia U-21. Jika transfer itu terealisasi, Torino akan memiliki ruang di skuad untuk menampung Fortini. Ketergantungan ini membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit dan bergantung pada dinamika transfer antarklub di Serie A.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa, termasuk yang berada di luar lima liga top, berani berinvestasi pada pemain muda berbakat. Fenomena ini juga relevan dengan perkembangan sepak bola nasional, di mana banyak pemain muda Indonesia mulai dilirik klub luar negeri. Strategi pinjaman dengan opsi beli menjadi pola umum yang memungkinkan klub berkembang tanpa risiko finansial besar.
Keputusan akhir Fortini akan menjadi indikator bagaimana Fiorentina mengelola aset mudanya di tengah tekanan finansial dan kebutuhan sporting. Apakah ia akan bertahan di Italia atau mencoba tantangan baru di Inggris? Jawabannya mungkin akan segera terungkap dalam beberapa pekan mendatang, seiring berjalannya bursa transfer musim dingin.



