Mora Resmi Gabung Roma: Idola Dybala, Siap Taklukkan Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Roma mengamankan jasa Mora dengan investasi awal โฌ25 juta plus skema bagi hasil penjualan di masa depan.
- Kedatangan Mora diyakini memperkuat lini serang Giallorossi, dengan dukungan penuh dari pelatih Gasperini yang dikenal memaksimalkan pemain nomor 10.
- Mora menargetkan debut di Liga Champions bersama Roma, sebuah mimpi yang belum terwujud selama kariernya di Porto.

Rodrigo Mora akhirnya resmi berseragam AS Roma setelah negosiasi panjang yang sempat membuatnya cemas. Gelandang serang asal Portugal itu tiba di Stadio Olimpico dengan sambutan ribuan penggemar, menandai babak baru dalam kariernya yang sebelumnya dihabiskan di FC Porto.
Kesepakatan transfer ini bernilai โฌ25 juta yang dibayarkan langsung ke Porto, dengan klausul tambahan 50 persen dari penjualan di masa depan. Selain itu, Roma memiliki opsi untuk membeli sisa kontrak Mora pada musim panas mendatang dengan nilai yang sama. Struktur pembayaran yang fleksibel ini menunjukkan komitmen kedua klub dalam menyelesaikan transfer yang sempat alot.
Mora, yang mengaku tumbuh besar dengan mengidolakan Paulo Dybala, tak sabar untuk bermain berdampingan dengan bintang Argentina tersebut. "Saya tumbuh dengan menonton Dybala, dan sekarang bisa bermain di sampingnya adalah kebahagiaan tersendiri," ujarnya. Ia juga menyebut kekuatan utamanya adalah kemampuan melewati lawan dalam situasi sulit, sebuah atribut yang diharapkan bisa menambah daya gedor lini tengah Roma.
Kedatangan Mora juga menjadi ujian bagi pelatih Gian Piero Gasperini, yang dikenal jitu mengorbitkan pemain nomor 10 seperti Papu Gomez dan Teun Koopmeiners di Atalanta. "Saya sangat antusias bekerja dengan pelatih. Saya pikir dia sangat menyukai pemain nomor 10, dan saya juga suka bermain di posisi itu," kata Mora. Dukungan penuh dari pelatih menjadi sinyal positif bagi adaptasinya di Serie A.
Mora bukan wajah asing di Stadio Olimpico. Saat masih membela Porto, ia sempat merasakan atmosfer stadion tersebut dan terkesan dengan kegemilangan suporter Roma. "Saya terkesan dengan para penggemar, mereka sangat bersemangat dan berisik. Itu pertandingan yang sulit dan Roma menang, tapi saya tidak bisa melupakan para penggemar itu," kenangnya. Kini, ia akan merasakan dukungan yang sama dari sisi yang berbeda.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai berani berinvestasi pada pemain muda berbakat dengan skema pembayaran yang menguntungkan. Pola seperti ini bisa menjadi referensi bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam membangun skuad kompetitif tanpa menguras kas secara langsung.
Mora sendiri mengakui proses negosiasi yang panjang sempat membuatnya khawatir. "Ya, seperti yang semua orang tahu, itu adalah proses yang sulit dan berlangsung cukup lama. Saya tidak sabar untuk tiba di sini, saya selalu punya keyakinan bahkan ketika segalanya tampak tidak berjalan baik," ungkapnya. Ketika kabar ketertarikan Roma menyebar, banyak pesan dukungan berdatangan, sebuah momen yang membuatnya terharu.
Dengan nomor punggung 86 yang pernah ia pakai di tim cadangan Porto, Mora siap memulai babak baru. "Saya menghabiskan seluruh hidup saya di Porto, tapi saya tidak ragu ini akan menjadi perubahan positif bagi saya," tegasnya. Pertanyaan besarnya kini: akankah Mora mampu mengulang kesuksesan Gasperini dalam mengorbitkan pemain nomor 10, dan membawa Roma kembali ke papan atas Eropa?



