Klausul Cerdas AC Milan: Reijnders ke Al-Qadsiah, Man City Bayar Mahal, Rossoneri Raup Untung Rp1,9 Triliun
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mengantongi keuntungan bersih โฌ56 juta dari penjualan Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah, berkat klausul yang memaksa Manchester City membayar bonus meski target tak tercapai.
- Al-Qadsiah menebus gelandang Belanda itu dengan โฌ61 juta, sementara Man City harus merogoh kocek lebih dalam karena kewajiban membayar add-ons โฌ14 juta kepada Milan.
- Kepindahan ini menandai tren klub Eropa memanfaatkan pasar Arab Saudi untuk meraup profit besar, sekaligus menjadi pelajaran bagi klub Indonesia dalam menyusun kontrak.

AC Milan memastikan keuntungan fantastis dari transfer Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah. Gelandang asal Belanda itu resmi bergabung dengan klub Arab Saudi pada 19 Agustus 2026 dengan nilai transfer โฌ61 juta, tetapi yang lebih menarik adalah klausul cerdas yang membuat Manchester City harus membayar bonus penuh meski target tak tercapai.
Reijnders, yang baru saja menginjak usia 28 tahun, hanya bertahan satu musim di Etihad Stadium. Ia diboyong Manchester City dari Milan pada musim panas 2025 dengan kesepakatan awal โฌ54,9 juta plus add-ons hingga โฌ14 juta. Namun, dalam kontrak tersebut terselip klausul yang mewajibkan City membayar seluruh bonus jika pemain dijual dalam waktu setahun.
Klausul itu dirancang Milan sebagai antisipasi. Mereka tahu bahwa performa Reijnders bisa membuat klub kaya seperti City tergoda untuk menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi, terutama ke liga dengan daya beli besar seperti Saudi Pro League. Hasilnya, meski target seperti jumlah penampilan, kemenangan Liga Champions, atau bahkan Ballon d'Or tidak terpenuhi, City tetap harus membayar โฌ14 juta penuh kepada Milan.
Dengan demikian, total dana yang diterima Milan dari penjualan Reijnders mencapai hampir โฌ70 juta. Angka ini jauh lebih besar dari yang diterima City dari Al-Qadsiah, yang hanya โฌ61 juta. Artinya, City mengalami kerugian bersih sekitar โฌ9 juta dalam transaksi ini, sementara Milan meraup untung besar.
Bagi Milan, ini adalah keuntungan bersih โฌ56 juta, mengingat mereka hanya mengeluarkan โฌ13 juta untuk membeli Reijnders dari AZ Alkmaar pada musim panas 2023. Investasi yang awalnya dianggap berisiko kini berbuah manis, menunjukkan kecerdasan manajemen klub dalam menyusun kontrak.
Di sisi lain, Reijnders juga diuntungkan secara finansial. Laporan menyebutkan gajinya di Al-Qadsiah bisa mencapai โฌ100 juta selama lima tahun kontrak, menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di liga tersebut. Ia akan bergabung dengan rekan setimnya di tim nasional Italia, Mateo Retegui, yang sudah lebih dulu memperkuat klub asal kota Qadsiah itu.
Fenomena ini menegaskan pergeseran kekuatan finansial dalam sepak bola global. Klub-klub Eropa kini semakin cerdik memanfaatkan pasar Timur Tengah untuk menyehatkan neraca keuangan mereka. Bagi Indonesia, ini menjadi pelajaran berharga: pentingnya menyusun kontrak dengan klausul-klausul protektif, terutama saat berhadapan dengan klub-klub kaya yang kerap melakukan pembelian impulsif.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah Manchester City akan belajar dari kesalahan ini atau justru semakin agresif dalam memburu pemain-pemain muda berbakat. Sementara itu, AC Milan menunjukkan bahwa strategi jangka panjang dengan analisis pasar yang tajam bisa menghasilkan keuntungan berlipat ganda, bahkan dari pemain yang hanya bertahan satu musim.



