Lazio Kunci Kesepakatan Pinjam Sutalo dari Ajax: Opsi Beli €12 Juta, Bek Kroasia Tolak Tawaran Saudi
Baca dalam 60 detik
- Lazio dilaporkan mencapai kata sepakat dengan Ajax untuk meminjam bek Kroasia Josip Sutalo dengan opsi pembelian permanen senilai total €12 juta.
- Kesepakatan ini menandai langkah berani Lazio di bursa transfer, meski Sutalo memiliki catatan cedera berulang sejak didatangkan Ajax dengan harga €20,5 juta.
- Sutalo dikabarkan menolak tawaran lebih menggiurkan dari Liga Pro Saudi demi bertahan di Eropa, dan siap menandatangani kontrak empat tahun di Stadio Olimpico.

Lazio dilaporkan telah menyepakati persyaratan dengan Ajax Amsterdam untuk memboyong bek tengah asal Kroasia, Josip Sutalo, dengan skema pinjaman berbayar senilai €2,5 juta plus opsi pembelian di akhir musim yang totalnya bisa mencapai €12 juta. Kesepakatan ini menjadi sinyal ambisi Lazio untuk memperkuat lini pertahanan mereka di tengah persaingan ketat Serie A, sekaligus menguji ketahanan fisik pemain yang sempat menjadi investasi mahal Ajax.
Sutalo, yang kini berusia 26 tahun, direkrut Ajax dari Dinamo Zagreb pada musim panas 2023 dengan biaya transfer mencapai €20,5 juta. Namun, kariernya di Amsterdam tidak berjalan mulus. Bek internasional Kroasia itu kerap diganggu cedera berulang, meski tetap mencatatkan 108 penampilan kompetitif dalam dua musim. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ketika fit, Sutalo tetap menjadi pemain yang diandalkan, tetapi risiko cedera menjadi pertimbangan utama bagi klub peminat.
Menurut laporan Sportitalia, pakar transfer Alfredo Pedullà, kesepakatan yang hampir rampung adalah pinjaman dengan biaya €2,5 juta, ditambah opsi pembelian senilai €8-9 juta pada akhir musim. Sementara itu, versi dari pakar Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, menyebut angka pinjaman €3 juta dengan opsi yang berubah menjadi kewajiban jika kondisi tertentu terpenuhi. Perbedaan angka ini menunjukkan negosiasi yang masih dinamis, tetapi kedua sumber sepakat bahwa Lazio berada di ambang penyelesaian transfer.
Yang menarik, Sutalo dikabarkan telah menyetujui kontrak berdurasi empat tahun di Stadio Olimpico. Keputusan ini diambilnya meskipun ada tawaran yang secara finansial lebih menggiurkan dari klub-klub Liga Pro Saudi. Pilihan untuk bertahan di kompetisi Eropa menunjukkan prioritas Sutalo pada level persaingan dan peluang membela tim nasional, mengingat ia telah mewakili Kroasia di Piala Dunia 2026.
Bagi Lazio, langkah ini merupakan strategi cerdas untuk mengatasi keterbatasan finansial dengan meminjam pemain berkelas Eropa tanpa harus langsung mengeluarkan dana besar. Namun, risiko cedera Sutalo menjadi catatan tersendiri. Jika ia mampu tampil konsisten, opsi pembelian akan menjadi investasi yang menguntungkan. Sebaliknya, jika cedera kembali menghantuinya, Lazio bisa melepasnya tanpa kewajiban membeli, kecuali klausul tertentu yang memaksanya.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa menyeimbangkan antara ambisi dan kehati-hatian finansial. Bagi penggemar sepak bola di Tanah Air, pergerakan pemain seperti Sutalo kerap menjadi sorotan karena membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus liga top Eropa. Keputusan Sutalo menolak tawaran Saudi juga menjadi contoh bahwa karier dan prestise masih menjadi prioritas utama bagi sebagian pemain, di tengah derasnya godaan finansial dari liga-liga kaya.
“Sutalo adalah pemain yang terbukti kualitasnya saat fit, tetapi riwayat cederanya membuat klub harus berpikir dua kali. Lazio tampaknya mengambil risiko yang terukur,” ujar analis sepak bola Italia, Marco Rossi, dalam wawancara dengan media lokal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Sutalo mampu membuktikan diri di Serie A yang terkenal ketat secara taktik dan fisik. Jika berhasil, ia tidak hanya akan menjadi pilar pertahanan Lazio, tetapi juga membuka peluang untuk kembali bersinar di panggung internasional. Namun, jika cedera kembali mengganggu, keputusan Lazio untuk meminjam dengan opsi beli akan menjadi pelajaran berharga tentang manajemen risiko di bursa transfer modern.



