Ian Wright Kritik Arsenal: Martinelli Layak Diperlakukan Lebih Hormat
Baca dalam 60 detik
- Legenda Arsenal, Ian Wright, menyoroti perlakuan klub terhadap Gabriel Martinelli yang tengah di ambang pintu keluar.
- Martinelli, yang musim lalu menjadi bagian penting dalam raihan gelar, kini tersingkir dari skuad utama dan masuk daftar jual.
- Situasi ini memicu pertanyaan tentang strategi Arsenal di bursa transfer dan masa depan pemain Brasil tersebut.

Legenda Arsenal, Ian Wright, melontarkan kritik tajam terhadap mantan klubnya terkait penanganan terhadap Gabriel Martinelli. Menurut Wright, pemain sayap asal Brasil itu layak mendapatkan perlakuan yang lebih hormat di tengah ketidakpastian masa depannya di Emirates Stadium. Kritik ini muncul setelah Martinelli kembali absen dari skuad Arsenal pada laga pembuka Premier League melawan Coventry City, Jumat (16/8) lalu, yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk the Gunners.
Martinelli, yang musim lalu mencatatkan 53 penampilan di semua kompetisi dan menyumbang 11 gol, tampaknya menjadi korban awal dari ambisi Arsenal untuk mempertahankan gelar juara. Selain absen di laga kontra Coventry, pemain berusia 25 tahun itu juga tidak dimasukkan dalam skuad saat Arsenal menjuarai Community Shield melawan Manchester City pekan sebelumnya. Arsenal dikabarkan telah membuka pintu bagi tawaran untuk pemain yang telah mencetak 62 gol dalam 278 penampilan bersama klub tersebut.
Wright, yang berbicara kepada Sky Sports, mengaku merasa tidak nyaman dengan situasi yang dialami Martinelli. "Cara Martinelli diperlakukan saat ini benar-benar membuat saya tidak nyaman. Saya tahu mereka mungkin ingin dia pergi, dan banyak orang mungkin berkata, 'ya, sudah waktunya dia pindah'. Tapi ada cara untuk melakukan itu dan seharusnya itu juga sesuai dengan keinginannya, bagaimana dia ingin pergi," ujar Wright. "Tidak dilibatkan dalam skuad, tidak diajak bicara, dia tidak tahu apa yang terjadi. Dan ya, saya tahu ini - dia tidak tahu apa yang sedang terjadi."
Arsenal membantah bahwa Martinelli sengaja diasingkan. Mereka menyebut ketidakhadirannya sebagai konsekuensi dari kedalaman skuad yang mereka miliki. Rekrutan anyar, Christos Tzolis, tampil impresif di posisi sayap kiri yang menjadi posisi favorit Martinelli saat melawan Coventry. Selain itu, Arsenal juga sempat mencoba mendatangkan Vinicius Junior sebelum pemain Brasil itu menandatangani kontrak baru dengan Real Madrid. Wright menilai jika Vinicius benar-benar datang, Martinelli bisa saja menjadi pilihan ketiga di posisinya, tetapi dengan kehadiran Tzolis dan Noni Madueke di sisi lain, Martinelli seharusnya masih punya peluang untuk bersaing.
Di tengah spekulasi ini, Arsenal dikabarkan ingin melakukan setidaknya satu penjualan signifikan sebelum bursa transfer ditutup. Martinelli dianggap sebagai aset yang paling bisa dijual, bersama dengan Gabriel Jesus dan Fabio Vieira. Martinelli sendiri telah menolak tawaran dari Galatasaray dan dikabarkan hanya mau pindah ke klub Eropa papan atas jika harus meninggalkan Arsenal. Manajer Mikel Arteta, dalam pernyataannya sebelum laga kontra Coventry, menekankan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam menghadapi situasi seperti ini. "Ini momen yang sangat sulit, tapi kamu harus menghadapi kenyataan itu. Kamu harus menghadapinya dengan kejujuran dan transparansi yang nyata karena ketika kamu berada di sisi lain, itulah yang kamu butuhkan," kata Arteta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana sebuah klub besar Eropa mengelola aset pemainnya di tengah tekanan untuk tetap kompetitif. Keputusan Arsenal untuk menjual Martinelli, yang merupakan pemain muda berbakat, bisa menjadi pelajaran tentang dinamika bisnis sepak bola modern. Di sisi lain, bagi penggemar Arsenal di Indonesia, kepergian Martinelli akan menjadi kehilangan, mengingat ia adalah salah satu pemain yang cukup populer sejak bergabung pada 2019.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Arsenal akan benar-benar melepas Martinelli dan ke mana ia akan berlabuh. Jika Martinelli pindah ke klub top Eropa lainnya, ia akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kualitasnya di panggung yang lebih besar. Namun, jika ia bertahan, ia harus siap bersaing dengan pemain-pemain baru yang didatangkan klub. Apakah Arsenal akan mengambil keputusan yang tepat dalam bursa transfer ini? Atau justru menyesal di kemudian hari karena kehilangan salah satu pemain terbaiknya?



