Depay Rela Terima Pemotongan Gaji demi Bertahan di Corinthians
Baca dalam 60 detik
- Memphis Depay menyetujui pengurangan gaji signifikan untuk menandatangani kontrak baru hingga 2028 dengan Corinthians.
- Kesepakatan ini mengakhiri ketegangan setelah klub sempat membatalkan perpanjangan kontrak, dengan Depay mengkritik perilaku klub.
- Kontrak baru bernilai R$135 juta, dengan Depay melepaskan sebagian utang untuk meringankan beban finansial klub.

Memphis Depay akhirnya mencapai kesepakatan dengan Corinthians untuk bertahan di klub asal Sao Paulo tersebut, meski harus menerima pemotongan gaji yang cukup besar. Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah klub Brasil itu sempat memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya, memicu ketegangan antara pemain dan manajemen.
Presiden Corinthians, Osmar Stabile, mengonfirmasi bahwa Depay telah mengurangi tuntutan finansialnya secara signifikan demi menandatangani kontrak baru yang berlaku hingga 2028. "Semuanya baik-baik saja, tapi ini kerja keras," ujar Stabile. "Tentu saja, Anda tidak bisa menyelesaikan masalah dengan bintang internasional dengan cepatโini proses panjang, tapi semuanya berhasil."
Sebelumnya, Depay sempat menuduh Corinthians melakukan "perilaku yang tidak dapat diterima" setelah klub menarik kembali perpanjangan kontrak yang telah disepakati pada 2024. Namun, pertemuan pribadi antara Depay dan Stabile berhasil mencairkan kebuntuan. "Kami melakukan yang terbaik untuk Corinthians, terutama dalam hal finansial," tambah Stabile.
Kontrak baru ini bernilai total R$135 juta (sekitar ยฃ19,1 juta) untuk dua tahun ke depan. Menurut ESPN Brasil, Depay setuju untuk melepaskan sekitar R$21 juta (ยฃ2,9 juta) dari R$75 juta (ยฃ10,6 juta) yang seharusnya menjadi haknya. Sisa utang sebesar R$54 juta (ยฃ7,6 juta) akan dibayarkan dalam empat kali angsuran mulai Januari 2027. Jika pembayaran terlambat, klub akan kehilangan diskon tersebut.
Depay, yang kini berusia 32 tahun, telah mencetak 20 gol dalam 79 penampilan untuk Corinthians dan membantu klub meraih Copa do Brasil 2025 serta Supercopa do Brasil tahun ini. Namun, klub yang saat ini menempati posisi kesembilan di Serie A Brasil itu awalnya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak karena masalah keuangan.
Stabile mengakui bahwa Depay membuat pengurangan yang cukup besar karena keinginannya untuk bertahan dan kondisi finansial klub. "Saya tidak ingin membahas angka, tapi dia membuat pengurangan yang cukup besar karena keadaan, karena keinginannya untuk bertahan, dan karena Corinthians perlu mencari cara untuk membayar. Saya yakin kami mampu membayar kontrak ini," jelasnya.
Depay, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belanda, gagal mencetak gol dalam tiga penampilannya saat negaranya tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, komitmennya untuk tetap di Corinthians menunjukkan bahwa ia masih memiliki ambisi besar di level klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Depay ini menjadi pelajaran tentang pentingnya negosiasi kontrak yang realistis, terutama di tengah keterbatasan finansial klub. Banyak klub di Indonesia yang juga menghadapi tantangan serupa dalam mempertahankan pemain bintang, namun seringkali gagal menemukan solusi win-win seperti yang dilakukan Corinthians.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Depay dapat mempertahankan performa tingginya dan membawa Corinthians kembali ke papan atas Serie A Brasil. Dengan kontrak baru yang mengikat hingga 2028, baik pemain maupun klub kini memiliki kepastian untuk membangun masa depan yang lebih stabil.



