Perburuan Sepatu Emas Premier League: Haaland Kian Tak Terkejar, Siapa Penantang Terberatnya?
Baca dalam 60 detik
- Erling Haaland mengincar rekor keempat Sepatu Emas Premier League, setelah Mohamed Salah hengkang dari Liverpool.
- Alexander Isak dan Thiago menjadi pesaing utama, dengan catatan gol impresif musim lalu meski dilanda cedera.
- Standar gol untuk meraih penghargaan ini meningkat drastis, dari 23 gol menjadi 27-36 gol dalam empat musim terakhir.

Erling Haaland kembali menjadi favorit kuat untuk merebut Sepatu Emas Premier League musim ini, dengan peluangnya semakin terbuka setelah kepergian Mohamed Salah dari Liverpool. Penyerang Manchester City itu telah mengoleksi tiga gelar dalam empat musim di Inggris, dan kini membidik rekor keempat yang menyamai catatan legendaris Thierry Henry dan Salah.
Meski Haaland tampil dominan, persaingan musim ini diprediksi tetap sengit. Sejumlah penyerang muda dan berpengalaman siap memberi kejutan, terutama mereka yang tampil konsisten di musim lalu. Namun, standar untuk menjadi top skor kini jauh lebih tinggi dibanding beberapa tahun sebelumnya, menuntut konsistensi luar biasa sepanjang musim.
Alexander Isak, rekrutan termahal dalam sejarah Inggris, menjadi salah satu penantang serius. Setelah musim lalu diganggu cedera, ia hanya mencetak empat gol dari 22 penampilan bersama Liverpool. Namun, dengan manajer anyar Andoni Iraola yang diharapkan mampu memberikan suplai bola lebih baik, Isak berpotensi menunjukkan nilai transfernya yang mencapai ยฃ125 juta.
Thiago, penyerang Brentford, juga layak diperhitungkan. Pemain asal Brasil itu mencetak 22 gol di Premier League musim lalu, hanya kalah dari Haaland. Performa impresifnya membawanya ke tim nasional Brasil untuk Piala Dunia, dan kini ia dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester United. Jika mampu mempertahankan performa, ia bisa menjadi pesaing serius.
Joao Pedro, yang pindah ke Chelsea dari Brighton, juga mencatatkan 15 gol musim lalu. Namun, persaingan di lini depan Chelsea semakin ketat dengan kehadiran Danny Welbeck. Sementara itu, Alexander Isak dari Arsenal menunjukkan peningkatan signifikan di paruh kedua musim lalu, mencetak 14 dari 21 golnya setelah pergantian tahun, menandakan adaptasinya dengan liga Inggris semakin matang.
Ollie Watkins dari Aston Villa juga tidak boleh dilupakan. Sejak bergabung pada September 2020, ia telah mencetak 91 gol di Premier League, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga setelah Haaland dan Salah. Namun, untuk bersaing memperebutkan Sepatu Emas, ia perlu melampaui catatan 25 gol yang pernah ia raih di Championship bersama Brentford.
Benjamin Sesko, penyerang muda Manchester United, menunjukkan tajinya setelah pergantian manajer. Dari 11 golnya musim lalu, sembilan di antaranya terjadi setelah Ruben Amorim dipecat pada Januari. Hanya Morgan Gibbs-White yang mencetak lebih banyak gol dalam periode tersebut. Jika mampu mempertahankan performa itu sepanjang musim di bawah arahan Michael Carrick, ia bisa menjadi kuda hitam.
Sejarah menunjukkan bahwa hanya 12 dari 42 peraih Sepatu Emas yang juga memenangkan gelar juara liga pada musim yang sama. Ini memberi harapan bagi pemain dari tim yang tidak diunggulkan untuk menjadi juara. Selain itu, tren jumlah gol untuk memenangkan penghargaan ini meningkat tajam: tidak ada yang mencetak lebih dari 23 gol antara 2018-19 hingga 2021-22, tetapi dalam empat musim terakhir, pemenang selalu mencetak antara 27 hingga 36 gol.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik untuk diikuti. Banyak pemain yang menjadi langganan di liga-liga Eropa, dan performa mereka sering menjadi sorotan di media sosial. Selain itu, keberadaan pemain Asia seperti Son Heung-min yang pernah meraih Sepatu Emas bersama Sadio Mane menunjukkan bahwa pemain dari luar Eropa pun bisa bersaing di level tertinggi.
Pertanyaannya, akankah Haaland mampu mempertahankan dominasinya dan menyamai rekor Salah? Atau akankah muncul nama baru yang mengejutkan, seperti Thiago atau Sesko? Musim ini akan menjadi jawabannya, dan para penggemar sepak bola di Indonesia tentu akan menyaksikan dengan antusias.



