Fery Masuk Skuad Piala Davis Inggris, Draper Absen karena Cedera
Baca dalam 60 detik
- Arthur Fery, semifinalis Wimbledon, dipanggil memperkuat Inggris di Piala Davis melawan Ekuador, September mendatang.
- Jack Draper, yang sempat ranking 4 dunia, harus menepi akibat cedera lengan yang membuat peringkatnya anjlok ke 160.
- Pertandingan di London ini menjadi ujian bagi Fery untuk membuktikan konsistensi setelah sukses mengejutkan di Grand Slam.

Jakarta, LyndHub โ Petenis muda Inggris, Arthur Fery, resmi masuk dalam skuad Piala Davis yang akan berlaga melawan Ekuador di London pada 19-20 September. Kepastian ini menjadi sorotan utama setelah sang semifinalis Wimbledon itu menunjukkan performa impresif sepanjang musim, sekaligus menandai kembalinya ia berlaga di depan publik sendiri sejak kejutan di All England Club.
Fery, yang kini menempati peringkat 36 dunia, menjadi nama paling menonjol dalam daftar yang diumumkan Lawn Tennis Association (LTA). Ia akan didampingi Cameron Norrie, Jacob Fearnley, Henry Patten, dan Lloyd Glasspool. Sementara itu, Jack Draper, yang sempat menembus empat besar dunia, dipastikan absen karena cedera lengan yang berkepanjangan. Satu slot pemain kelima masih disiapkan dan akan diumumkan mendekati hari pertandingan.
Kiprah Fery di Wimbledon menjadi pembuktian bahwa ia bukan sekadar pemain pelengkap. Berstatus wildcard, ia melaju hingga babak semifinal, mengalahkan sejumlah unggulan, dan menjadi petenis dengan peringkat terendah yang mampu menembus empat besar sejak Goran Ivanisevic pada 2001. Sebelum turnamen, ia berada di peringkat 114, dan kini melesat ke posisi 36 โ sebuah lonjakan yang jarang terjadi dalam satu musim.
Bagi publik Inggris, kehadiran Fery di Copper Box Arena menjadi momen yang dinanti. Ini pertama kalinya ia tampil di tanah kelahirannya setelah Wimbledon. Dalam pernyataannya, Fery mengaku bangga bisa kembali membela negaranya, meski ia sadar tekanan akan lebih besar saat bermain di kandang sendiri. "Mungkin ada tekanan ekstra, tapi saya siap," ujarnya.
Di sisi lain, absennya Draper menjadi kehilangan besar. Petenis berusia 24 tahun itu terpaksa menepi setelah mengalami cedera lengan yang kambuh. Ia bahkan menangis di lapangan saat mencoba kembali bertanding pada Juni lalu. Cedera ini membuat peringkatnya merosot tajam dari posisi 4 ke 160 dalam kurun waktu satu tahun, sebuah penurunan yang menunjukkan betapa rentannya karier seorang atlet terhadap masalah fisik.
Format pertandingan Piala Davis kali ini menggunakan sistem best-of-five yang berlangsung dua hari. Hari pertama mempertemukan dua tunggal, sedangkan hari kedua diisi ganda dan dua tunggal lainnya. Bagi Inggris, laga ini bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan juga kesempatan untuk menguji kedalaman skuad tanpa Draper. Fery, yang kini menjadi andalan baru, akan menjadi sorotan utama.
Dari perspektif Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Tenis Indonesia memang belum memiliki wakil di level tertinggi, tetapi kebangkitan pemain-pemain seperti Fery menunjukkan bahwa kerja keras dan kesempatan wildcard bisa mengubah arah karier. Bagi petenis muda Tanah Air, kisah Fery bisa menjadi inspirasi bahwa peringkat bukanlah segalanya, dan momen besar bisa datang dari turnamen yang tidak terduga.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Fery mampu mempertahankan performa puncaknya di ajang beregu yang memiliki tekanan berbeda. Ia akan berhadapan dengan pemain-pemain yang mungkin lebih berpengalaman, namun modal kepercayaan diri setelah Wimbledon bisa menjadi senjata utamanya. Publik Inggris tentu berharap Fery tidak hanya menjadi fenomena musim panas, tetapi juga pilar tim Piala Davis dalam beberapa tahun ke depan.

