Kabayel Pertaruhkan Sabuk WBC Melawan Hysa di Dusseldorf 28 November
Baca dalam 60 detik
- Agit Kabayel akan menjalani defense perdana gelar juara dunia kelas berat WBC kontra Nelson Hysa di Merkur Spiel Arena, Dusseldorf, 28 November.
- Duel ini mempertemukan dua petinju tak terkalahkan dengan rekor KO mengesankan, disiarkan langsung DAZN.
- Kemenangan atas Hysa akan memperkuat posisi Kabayel di jajaran elite kelas berat sekaligus membuka peluang unifikasi gelar.

Agit Kabayel akhirnya mendapatkan lawan yang selama ini ditunggu. Juara dunia kelas berat WBC asal Jerman itu akan mempertahankan sabuknya untuk pertama kali melawan penantang tak terkalahkan asal Albania, Nelson Hysa, pada 28 November mendatang di Merkur Spiel Arena, Dusseldorf, yang berkapasitas 60.000 penonton. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh DAZN.
Bagi Kabayel, 34 tahun, ini adalah momen pembuktian setelah ia diangkat menjadi juara penuh WBC pada Juni lalu menyusul keputusan Oleksandr Usyk yang melepaskan gelarnya. Sebelumnya, Kabayel sempat menyandang status juara interim WBC berkat kemenangan atas Zhilei Zhang pada awal 2025. Kini, ia harus menghadapi tekanan sebagai juara bertahan di hadapan publik sendiri.
Hysa bukan lawan sembarangan. Petinju berusia 42 tahun itu memiliki rekor sempurna 25-0 dengan 23 kemenangan KO. Ia mendapatkan kesempatan ini setelah menghentikan Thomas Narmo di ronde kedua pada undercard laga Hrgovic-Itauma di London beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, kedua kubu terlibat perang kata-kata di media sosial yang meningkatkan tensi menjelang pertarungan.
Promotor kenamaan Frank Warren menyebut laga ini sebagai pertarungan yang sudah lama dinanti. Menurutnya, Kabayel telah membangkitkan kembali pasar tinju Jerman berkat penampilannya di divisi kelas berat. "Ini pertarungan yang kami inginkan. Agit telah menyegarkan kembali pasar tinju Jerman dengan penampilannya di kelas berat dan ia akan membuktikannya dengan mempertahankan gelar di depan lebih dari 60.000 penggemar di Dusseldorf," ujar Warren.
"Ini akan menjadi kesempatan luar biasa dan inilah yang pantas didapat Agit. Pertarungan melawan Nelson Hysa memiliki semua bahan untuk menjadi duel kelas berat yang sengit, dengan dua spesialis knockout yang belum terkalahkan." — Frank Warren, promotor Queensberry.
Sementara itu, Spencer Brown dari Goldstar menilai Hysa sebagai lawan berbahaya yang lapar kemenangan. Namun, ia yakin Kabayel akan tampil dominan. "Agit telah mendapatkan tempatnya di puncak divisi kelas berat. Hysa adalah lawan yang berbahaya dan haus, tapi Agit sedang dalam misi dan saya sangat yakin dia akan memenangkan pertarungan ini dengan gaya," kata Brown.
Menariknya, pertarungan ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Albania, sehingga Hysa dipastikan akan mendapat dukungan besar dari para penggemarnya di dalam stadion. Kabayel sendiri tidak akan kekurangan dukungan karena Dusseldorf hanya berjarak dekat dari kota asalnya, Bochum. Pada Januari lalu, ia sukses menghentikan Damian Knyba di ronde ketiga di depan penonton yang memadati Rudolf Weber Arena, Oberhausen.
Bagi publik Indonesia, duel ini bisa menjadi tontonan menarik untuk mengukur kualitas kelas berat saat ini. Meski tidak ada petinju Indonesia yang terlibat, pertarungan Kabayel vs Hysa menunjukkan bagaimana dinamika divisi kelas berat pasca-Usyk. Kemenangan Kabayel akan membuka jalan menuju unifikasi gelar, sementara kekalahan Hysa bisa menjadi pukulan telak bagi ambisinya. Penggemar tinju Tanah Air dapat menyaksikannya melalui DAZN, meski harus menyesuaikan waktu tayang yang jatuh pada dini hari WIB.
Dengan dua petinju yang sama-sama memiliki kekuatan pukulan maut, laga ini berpotensi berakhir sebelum bel terakhir berbunyi. Kabayel dikenal memiliki pukulan tubuh yang menghancurkan, sementara Hysa memiliki rekor KO yang lebih tinggi. Pertanyaannya, apakah Kabayel mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri, atau justru Hysa yang akan mencuri perhatian pada malam istimewa bagi Albania?



