Kemenangan 2-0 di Kuala Lumpur: Vietnam Selangkah Lebih Dekat ke Final ASEAN Championship
Baca dalam 60 detik
- Dua gol tanpa balas di leg pertama semifinal membuat Vietnam memegang kendali penuh atas Malaysia jelang laga kedua di Hanoi.
- Keputusan wasit yang menganulir kartu merah kiper Vietnam menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
- Pemenang duel ini berhak tampil di final melawan Thailand atau Singapura, dengan laga puncak dijadwalkan akhir Agustus.

Kuala Lumpur, 16 Agustus 2026 โ Timnas Vietnam membuka peluang besar melaju ke final ASEAN Championship setelah menaklukkan Malaysia 2-0 di leg pertama semifinal yang berlangsung di Stadion Kuala Lumpur, Minggu malam. Kemenangan ini memberi keunggulan signifikan bagi juara bertahan jelang leg kedua di Hanoi, Rabu depan.
Sejak menit awal, Malaysia tampil agresif dan sempat menekan pertahanan Vietnam. Namun, justru pasukan Kim Sang-sik yang mampu memecah kebuntuan pada masa injury time babak pertama. Striker kelahiran Brasil, Nguyen Xuan Son, yang akrab disapa Rafaelson, melesakkan sundulan spektakuler memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Tan Cheng Hoe yang sebelumnya mendominasi penguasaan bola.
Memasuki babak kedua, Malaysia berusaha bangkit dan hampir menyamakan kedudukan. Namun, pada menit ke-60, wasit asal Uzbekistan, Rustam Lutfullin, sempat memberikan kartu merah kepada kiper Vietnam, Patrik Le Giang, karena dianggap menangkap bola di luar kotak penalti. Keputusan itu kemudian dianulir setelah wasit meninjau monitor di pinggir lapangan. Momen ini menjadi titik balik yang mengubah ritme pertandingan, karena Malaysia kehilangan momentum untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Enam menit menjelang akhir laga, Vietnam memastikan kemenangan berkat gol bunuh diri bek kiri Malaysia, Faris Danish, yang gagal mengantisipasi umpan silang dan justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. Faris nyaris menebus kesalahannya di masa injury time, namun aksi akrobatik Le Giang menggagalkan sepakannya. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi sinyal bahwa persaingan di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Vietnam, yang telah menjadi kekuatan dominan dalam beberapa tahun terakhir, kembali menunjukkan konsistensi mereka di pentas regional. Sementara itu, Malaysia harus bekerja keras membalikkan keadaan di leg kedua, sebuah tugas yang tampak berat mengingat rekor mereka yang kurang impresif saat bermain di Hanoi.
Di semifinal lainnya, Thailand unggul 3-1 atas Singapura pada leg pertama yang digelar Sabtu. Leg kedua akan berlangsung di Bangkok, Selasa. Pemenang dari dua duel ini akan bertemu di final yang dimainkan dengan sistem kandang-tandang pada 22 dan 26 Agustus.
Dengan keunggulan dua gol, Vietnam berada di kursi pengemudi. Namun, sepak bola selalu penuh kejutan. Mampukah Malaysia meniru kebangkitan dramatis seperti yang pernah terjadi di ajang serupa? Atau akankah Vietnam mempertahankan supremasi mereka di Asia Tenggara? Leg kedua di Hanoi akan menjadi jawabannya.



