Sri Lanka Kehilangan Dua Bater Kunci Jelang Tes Kedua Lawan India: Mendis dan Chandimal Dipastikan Absen
Baca dalam 60 detik
- Kusal Mendis dan Dinesh Chandimal dipastikan absen pada tes kedua melawan India, memperparah krisis cedera Sri Lanka.
- Kekalahan 165 run di Galle memaksa Sri Lanka mencari pengganti, sementara aturan ICC melarang pemain pengganti akibat gegar otak tampil dalam 7 hari.
- Absennya sejumlah pemain inti membuka peluang bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan, namun berisiko memperlemah performa tim di sisa seri.

Kolombo โ Sri Lanka harus menghadapi ujian berat saat bersua India pada tes kedua yang dimulai Minggu (25/8) di Galle. Tim tuan rumah dipastikan kehilangan dua pemain kunci, Kusal Mendis dan Dinesh Chandimal, akibat cedera. Kondisi ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Sri Lanka setelah mereka kalah telak 165 run pada tes pertama.
Kusal Mendis, yang berperan sebagai wicketkeeper-batter, mengalami cedera hamstring saat tampil di Lanka Premier League bulan lalu. Pelatih Gary Kirsten mengonfirmasi bahwa pemain berusia 29 tahun itu belum pulih dan akan absen untuk waktu yang cukup lama. Sementara itu, Dinesh Chandimal harus ditarik keluar dari skuad setelah mengalami gegar otak saat berlatih lapangan sehari setelah kekalahan di Galle. Sesuai aturan ICC, pemain yang digantikan karena gegar otak otomatis tidak boleh tampil selama tujuh hari.
Kirsten, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala pada awal tahun, mengakui bahwa kehilangan dua pemain senior ini merupakan pukulan telak. "Kusal mengalami cedera hamstring yang serius, dia tidak akan tersedia untuk sementara waktu. Dinesh juga tidak bisa tampil pada tes berikutnya. Kami kehilangan beberapa pemain, tetapi ini membuka peluang besar bagi pemain lain untuk membuktikan kemampuan mereka," ujarnya kepada wartawan.
Selain Mendis dan Chandimal, Sri Lanka juga masih belum bisa memainkan Pathum Nissanka yang menjalani operasi pergelangan tangan pada Juni lalu. Dengan demikian, lini batting Sri Lanka semakin rapuh. Pada tes pertama, mereka hanya mampu mencetak skor di bawah 200 di kedua inning, menjadi salah satu faktor utama kekalahan mereka.
Bagi India, kondisi ini tentu menjadi keuntungan. Tim asuhan Rohit Sharma tampil dominan di Galle, dengan bowler andalan mereka, Jasprit Bumrah, sukses membukukan lima wicket. Namun, pelatih India, Rahul Dravid, diperkirakan tidak akan mengubah strategi meski lawan tampil tanpa beberapa pemain kunci. "Kami tetap fokus pada permainan kami sendiri. Setiap pertandingan adalah tantangan baru," kata Dravid dalam konferensi pers setelah kemenangan pertama.
Di sisi lain, kekalahan beruntun ini memunculkan kekhawatiran tentang kedalaman skuad Sri Lanka. Meski Kirsten optimistis dengan peluang yang muncul, para pengamat menilai bahwa tanpa pengalaman Mendis dan Chandimal, lini tengah Sri Lanka akan mudah ditembus. "Ini adalah ujian nyata bagi para pemain pengganti. Mereka harus tampil konsisten jika ingin bersaing dengan India yang sedang dalam performa terbaik," ujar analis kriket lokal, Roshan Abeysinghe.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, meski tim nasional belum pernah bertemu langsung dengan kedua negara, perkembangan ini menarik untuk dicermati. India dan Sri Lanka adalah dua kekuatan besar di Asia Selatan yang kerap menjadi lawan tim-tim Asia Tenggara dalam turnamen regional. Performa mereka juga memengaruhi peringkat ICC yang berdampak pada pembagian grup di ajang seperti Piala Asia atau Piala Dunia.
Dengan dua tes tersisa, Sri Lanka harus segera menemukan formula yang tepat. Pertanyaannya, apakah para pemain pengganti mampu memanfaatkan peluang emas ini untuk mengukir nama, atau justru semakin memperburuk posisi Sri Lanka di papan peringkat? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



