Thailand Pukul Singapura 3-1 di Leg Pertama Semifinal Piala AFF: Peluang Singapura Menipis
Baca dalam 60 detik
- Thailand menang telak 3-1 atas Singapura di leg pertama semifinal Piala AFF, memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 11 laga.
- Dua gol Teerasak Poeiphimai di babak pertama dan satu gol Seksan Ratree setelah jeda membuat Singapura tertinggal jauh, meski Ilhan Fandi sempat memperkecil skor.
- Leg kedua di Bangkok menjadi ujian berat bagi Singapura yang harus menang dengan selisih dua gol untuk bisa melaju ke final.

Thailand memetik kemenangan meyakinkan 3-1 atas Singapura pada leg pertama semifinal Kejuaraan ASEAN di Stadion Jalan Besar, Sabtu (15/8). Hasil ini membuat langkah Singapura menuju final semakin berat, mengingat mereka harus membalikkan defisit dua gol di kandang lawan pekan depan.
Sejak awal laga, Singapura sebenarnya tampil percaya diri dan mendominasi penguasaan bola. Namun, efektivitas serangan Thailand yang tajam menjadi pembeda. Dua gol Teerasak Poeiphimai pada menit ke-14 dan 26 membuat Singapura tertunduk di babak pertama. Peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan lewat titik putih juga gagal dimanfaatkan Shawal Anuar karena tendangannya mampu ditepis kiper Thailand, Kampol Pathomakkakul.
Setelah jeda, Thailand semakin nyaman. Kapten Seksan Ratree mencetak gol ketiga pada menit ke-50 memanfaatkan kesalahan umpan bek Singapura, Lionel Tan. Singapura sempat bangkit lewat gol indah Ilhan Fandi pada menit ke-83, namun itu tak cukup untuk mengubah keadaan. Thailand pun menutup laga dengan kemenangan telak.
Kemenangan ini memperpanjang dominasi Thailand atas Singapura. Dari 11 pertemuan terakhir, Singapura tak pernah merasakan kemenangan. Terakhir kali mereka menang adalah pada 2012 silam di laga final leg pertama. Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengakui timnya membuat banyak kesalahan sendiri yang memudahkan Thailand. "Kami menempatkan diri pada situasi sulit yang tidak perlu," ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Thailand, Anthony Hudson, memuji performa anak asuhnya. "Kami bangga dengan para pemain melawan lawan yang sulit, tapi ini baru babak pertama. Kami harus tampil lebih baik lagi di Bangkok," katanya. Hudson juga menyebut Singapura sebagai tim yang rumit untuk ditekan, namun timnya mampu memanfaatkan celah yang ada.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pelajaran berharga. Singapura, yang menjadi lawan Indonesia di fase grup, menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia Tenggara. Namun, kelemahan di lini belakang menjadi catatan penting. Indonesia sendiri akan menghadapi Malaysia di semifinal lainnya, dan hasil ini bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih solid.
Dengan defisit dua gol, Singapura harus tampil agresif di leg kedua. Namun, rekor buruk mereka di Bangkok dan kualitas Thailand yang lebih unggul membuat peluang tersebut sangat tipis. Pertanyaan besarnya: mampukah Singapura menciptakan keajaiban seperti yang pernah mereka lakukan pada 2012? Atau Thailand akan melaju ke final dengan mudah?



