Laowa Acris 35mm F2.8: Lensa Makro Full-Frame Autofokus Pertama, Harga Rp7 Jutaan
Baca dalam 60 detik
- Laowa merilis Acris 35mm F2.8 1X AF Macro APO, lensa makro full-frame autofokus pertama dengan perbesaran 1:1.
- Lensa ini hadir dalam versi autofokus untuk mount Sony E, Nikon Z, dan Canon EF, sementara mount L dan Canon RF hanya tersedia versi manual.
- Dibanderol US$449, lensa ini menawarkan desain apokromatik bebas color fringing dan jarak fokus minimum 18 cm.

Laowa resmi meluncurkan Acris 35mm F2.8 1X AF Macro APO, yang diklaim sebagai lensa full-frame autofokus pertama di dunia dengan kemampuan makro 1:1. Peluncuran ini menandai langkah baru bagi Laowa yang selama ini dikenal sebagai produsen lensa manual, karena ini baru lensa autofokus kelima mereka. Lensa ini menyasar fotografer mirrorless yang membutuhkan fleksibilitas ekstrem dalam memotret subjek kecil, dari serangga hingga detail produk.
Ketersediaan lensa ini bervariasi tergantung mount. Versi autofokus akan tersedia untuk Sony E, Nikon Z, dan Canon EF. Sementara itu, mount L dan Canon RF hanya akan mendapatkan versi manual focus. Perbedaan ini mencerminkan strategi Laowa yang masih berhati-hati dalam mengadopsi teknologi autofokus pada sistem yang lebih niche. Bagi pengguna Sony, Nikon, dan Canon DSLR, ini menjadi opsi menarik untuk lensa makro ringkas dengan harga terjangkau.
Secara optik, lensa ini terdiri dari 13 elemen dalam 10 grup. Meski Laowa tidak menyebutkan penggunaan kaca khusus, desain apokromatiknya diklaim mampu menghilangkan color fringing akibat aberasi kromatik. Dalam mode manual, jarak fokus minimumnya 18 cm, yang berarti jarak dari depan lensa ke subjek sekitar 49 mm untuk mencapai perbesaran 1:1. Kemampuan ini memungkinkan fotografer menangkap detail sangat kecil dengan ketajaman tinggi.
Namun, kemampuan autofokus lensa ini terbatas saat digunakan untuk makro. Dari jarak minimum hingga 0,5 meter, pengguna harus fokus secara manual, meskipun lensa dapat melakukan penyesuaian presisi untuk focus stacking. Di luar jarak tersebut, lensa berfungsi seperti lensa AF biasa dengan akuisisi subjek yang cepat dan akurat. Keterbatasan ini mirip dengan lensa makro Laowa 180mm F4.5 sebelumnya, yang juga mengorbankan kecepatan AF demi presisi optik.
Ada perbedaan menarik antara versi AF dan manual. Versi AF memiliki 9 bilah aperture dan ulir filter 72mm, sedangkan versi manual memiliki 13 bilah dan filter 67mm. Keduanya melakukan zoom internal, sehingga panjang lensa tidak berubah saat fokus. Dimensi lensa bervariasi antar mount; versi Sony E panjangnya 114mm, sedangkan versi EF 87mm. Bobotnya pun berbeda tipis, dengan versi E-mount 560g dan EF 530g. Lensa ini juga disegel terhadap debu dan kelembapan, menjadikannya cocok untuk penggunaan di luar ruangan.
Fitur lain termasuk port USB-C untuk pembaruan firmware dan tombol fungsi untuk beralih mode dengan mulus. Lensa ini mulai dijual hari ini dengan harga US$449 di AS, meskipun harga regional bisa berbeda. Di Indonesia, dengan kurs sekitar Rp16.000 per dolar, lensa ini setara Rp7,2 juta, belum termasuk pajak dan bea masuk. Harga tersebut tergolong kompetitif untuk lensa makro full-frame autofokus, mengingat merek seperti Sony atau Canon biasanya menjual lensa serupa di atas Rp10 juta.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Laowa Acris 35mm F2.8 dapat menjadi alternatif menarik bagi fotografer produk, makanan, dan hobiis makro yang ingin beralih ke full-frame tanpa menguras kantong. Namun, ketersediaan resmi di Indonesia masih menjadi pertanyaan. Laowa memang memiliki distributor di beberapa negara Asia Tenggara, tetapi belum ada konfirmasi untuk Indonesia. Jika masuk secara resmi, lensa ini bisa menggeser dominasi lensa kit atau lensa makro manual yang selama ini banyak digunakan.
Ke depan, tantangan Laowa adalah meyakinkan pengguna bahwa autofokus yang terbatas di mode makro bukanlah kekurangan fatal. Dengan harga agresif dan spesifikasi unik, lensa ini berpotensi menjadi pintu masuk bagi Laowa ke segmen autofokus yang lebih luas. Apakah Laowa akan memperluas dukungan autofokus ke mount lain, atau tetap fokus pada ceruk manual? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah ini jelas menandai ambisi baru produsen asal Tiongkok tersebut.



